Aopok – Di tengah meningkatnya tren sustainable living, penggunaan peralatan makan berbahan kayu semakin diminati. Selain tampil lebih alami dan estetis, sendok kayu juga sering dianggap sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sendok plastik.
Namun di balik citra tersebut, ternyata sendok kayu juga memiliki risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan benar, peralatan makan ini dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri hingga jamur yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Anggapan Sendok Kayu Selalu Aman Ternyata Tidak Sepenuhnya Benar
Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap, melalui unggahan video di akun Instagram miliknya menjelaskan bahwa anggapan semua produk alami selalu lebih aman tidak sepenuhnya tepat.
Menurutnya, sendok kayu memang tidak memiliki risiko mikroplastik seperti sendok plastik. Namun, bahan kayu memiliki karakteristik berpori yang membuatnya lebih mudah menyerap sisa makanan, minyak, bumbu, hingga aroma makanan.
“Sendok kayu yang kita pikir aman, ternyata sama bahayanya dengan sendok plastik. Kita mikirnya kalau alami itu selalu baik, kan?” ujar Bang Sap.
Permukaan Berpori Memicu Pertumbuhan Bakteri
Berbeda dengan sendok plastik yang sering dikaitkan dengan paparan bahan kimia sintetis atau mikroplastik, ancaman utama dari sendok kayu justru berasal dari struktur permukaannya.
Karena memiliki pori-pori kecil, sisa makanan dan minyak dapat masuk ke dalam celah kayu. Apabila sendok hanya dibilas tanpa dibersihkan secara menyeluruh, direndam terlalu lama, atau disimpan dalam kondisi lembap, maka sisa makanan tersebut bisa menjadi media pertumbuhan berbagai mikroorganisme.
“Risiko sendok kayu memang bukan dari bahan kimia atau mikroplastik seperti pada sendok plastik. Masalahnya justru ada pada sifat alamiahnya sendiri. Kayu itu berpori. Ketika dipakai untuk makan, sisa minyak, bumbu, aroma, dan makanan bisa masuk ke celah-celah kecil di permukaannya,” jelas Bang Sap.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan membersihkan yang kurang tepat dapat meningkatkan kemungkinan munculnya bakteri pada permukaan sendok kayu.
Perawatan yang Salah Bisa Menimbulkan Jamur
Selain menjadi tempat berkembangnya bakteri, sendok kayu juga berisiko mengalami kerusakan fisik apabila tidak dirawat dengan baik. Permukaannya dapat berubah warna, mengeluarkan bau tidak sedap, retak, bahkan ditumbuhi jamur.
Bang Sap menjelaskan bahwa kondisi lembap menjadi faktor utama munculnya jamur pada material kayu.
Ia juga mengutip informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyebutkan bahwa jamur dapat tumbuh pada material kayu dalam kondisi lembap. Sementara itu, Environmental Protection Agency (EPA) menegaskan bahwa jamur pada material berpori sulit dibersihkan karena dapat masuk ke dalam celah-celah permukaan.
Baca: Sering Masturbasi Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasan Medis, Mitos atau Fakta yang Perlu Diketahui
“Sendok kayu yang masih halus, kering, dan tidak berjamur, masih aman digunakan,” katanya.
Kapan Sendok Kayu Harus Diganti?
Banyak orang bertanya mengenai masa pakai ideal sendok kayu. Menurut Bang Sap, tidak ada batas waktu yang berlaku mutlak untuk mengganti peralatan makan berbahan kayu.
Yang paling penting adalah rutin memeriksa kondisi fisiknya. Selama permukaan sendok masih utuh, tidak retak, tetap kering, dan bebas jamur, maka sendok masih dapat digunakan.
Namun apabila mulai muncul retakan, perubahan warna yang mencolok, bau tidak sedap, atau tanda-tanda jamur, sebaiknya sendok segera diganti demi menjaga kebersihan dan kesehatan.
“Kalau masih bagus, boleh lanjut. Kalau sudah retak, ganti. Mau pakai bahan apa pun sebenarnya sama saja. Pintar-pintar kita merawatnya,” pungkas Bang Sap.
Tips Merawat Sendok Kayu Agar Tetap Aman Digunakan
Agar sendok kayu tetap higienis dan awet, berikut beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan:
- Cuci menggunakan sabun setelah digunakan.
- Hindari merendam sendok kayu terlalu lama di dalam air.
- Keringkan segera setelah dicuci.
- Simpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik.
- Periksa secara berkala apakah terdapat retakan, perubahan warna, atau jamur.
- Ganti sendok jika sudah mengalami kerusakan atau sulit dibersihkan.
Kesimpulan
Sendok kayu memang menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan beberapa jenis peralatan makan lainnya. Namun, bahan alami bukan berarti sepenuhnya bebas risiko.
Karakteristik kayu yang berpori membuatnya mudah menyerap sisa makanan sehingga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur apabila tidak dirawat dengan benar. Oleh karena itu, kebersihan, cara penyimpanan, serta pemeriksaan kondisi sendok secara rutin menjadi kunci agar peralatan makan berbahan kayu tetap aman digunakan dalam jangka panjang.
























