CANDAAN
disukai sebagian orang. Apalagi pada waktu kumpul dengan teman teman
paguyubannya. Ketika itu ada saja satu atau dua orang yang menyampaikan cerita
cerita lucu, bercanda membuat orang lain tertawa bahkan sampai terbahak bahak.
Umumnya cerita cerita yang mengundang ketawa ini adalah CERITA BOHONG, DIBUAT
BUAT.
pemahaman yang baik kepada kita bahwa bercanda dengan sesuatu yang tidak benar
atau dibumbui dengan kebohongan
adalah terlarang dalam syariat Islam.
Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya engkau mencandai kami. Beliau bersabda :
حَقًّا
(dalam bercanda) sesuatu kecuali yang benar. (H.R at Tirmidzi, hadits
Hasan Shahih)
ayahnya, Hakim telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah
dia. (H.R Abu Dawud dan at Tirmidzi).
yaitu celaka bagi orang yang berbicara dusta, yaitu diantaranya
dengan membuat dan menyampaikan cerita bohong untuk membuat orang tertawa. Nabi
mengulangi perkataan CELAKA DIA, SAMPAI DUA KALI.
bagaimana di zaman ini. Sebagian orang membuat cerita cerita bohong,
lucu lucuan, sharing di media sosial dan
dibaca orang banyak bahkan di reshare lagi pada hal itu dilarang dalam syariat
Islam.
cerita cerita lucu yang dibuat terkait dengan musibah berupa penyakit dan wabah.
Perhatikanlah bahwa terkadang masuk media sosial cerita lucu lucuan tentang
wabah penyakit dan juga musibah yang lainnya.
Yang membuat cerita lucu dan candaan ini
belum terkena wabah dan kita berharap jangan sampai kena.
yang menyebar ditengah masyarakat bahkan
hampir di dunia dan telah banyak memakan korban ADALAH KETETAPAN ALLAH TA’ALA. Ingatlah bahwa
adzab yang diturunkan Allah Ta’ala adalah tersebab dosa dosa kita. Allah
Ta’ala berfirman :
فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
karena perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan
kesalahanmu). Q.S asy Syuura 30.
mengatakan : Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan
nikmat dan AKIBAT DOSA ADALAH MENDATANGKAN BENCANA (MUSIBAH). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari
seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga
disebabkan oleh dosa. (Al Jawabul Kaafi)
: Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa
karena semua musibah itu disebabkan karena dosa. (Latha’if Ma’arif)).
hendaknya hamba hamba Allah : (1) BANYAK MEMOHON AMPUN. (2) BANYAK BERIBADAH UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA
ALLAH TA’ALA (3) DAN BANYAK BERDOA AGAR MUSIBAH INI SEGERA DIANGKAT OLEH ALLAH
TA’ALA. Jadi bukan dijadikan bahan lucu lucuan atau candaan.
musibah sebagai bahan candaan, lucu lucuan SUNGGUH KETERLALUAN DAN SANGAT
TERCELA. Na’udzubillah. Wallahu A’lam. (1.934)





































