makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya :
رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (yaitu hujan) dan Kami
turunkan dari langit air yang mensucikan. (Q.S al Furqan 48).
mengajarkan kita untuk mengambil manfaat dengan berdoa yang berkaitan dengan
turunnya hujan. Dalam hal ini ADA TIGA
KESEMPATAN yaitu :
beriman sangat dianjurkan untuk berdoa dan memohon agar hujan
menjadi bermanfaat. Adapun doa yang
diajarkan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam dalam hal ini
adalah sebagaimana dari Ummul Mukminin, Aisyah
radhiyallahu ’anha :
إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan : Allahumma shayyiban naafi’an.
Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. (H.R Imam Bukhari).
berisi anjuran untuk berdoa ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan
semakin bertambah, dan juga semakin banyak kemanfaatan.
: Pada SAAT HUJAN TURUN maka orang orang beriman dianjurkan
pula berdoa meminta apa saja yang mereka inginkan, karena pada saat
hujan turun adalah salah satu waktu atau keadaan doa diijabah.
Dianjurkan untuk berdoa ketika turunnya hujan, sebagaimana hadits
dari Sahl bin Sa’d, dia berkata bahwa
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
(1) Doa ketika adzan dan (2) Doa ketika
TURUNNYA HUJAN. (H.R al Hakim dan al Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh al Albani)
: Pada SAAT HUJAN TELAH BERHENTI maka orang orang yang
beriman dianjurkan pula berdoa dan memuji Allah Ta’ala.
Zaid bin Khalid al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada
malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jamaah shalat, lalu
bersabda : Apakah
kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian ?. Kemudian mereka
mengatakan : Allah
dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ
وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ
مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ
pagi hari, di antara hamba-Ku ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir.
Siapa yang mengatakan : Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatih (Kita diberi hujan
karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur
terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna
binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini
dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang. (H.R
Imam Bukhari dan Imam Muslim)
hadits ini terdapat dalil untuk mengucapkan :
diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah setelah turun hujan sebagai tanda syukur atas
nikmat hujan yang diberikan.
leh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam ketika menerima hujan sebagai rahmat dari Allah
Ta’ala yaitu dengan berdoa dan berdzikir. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita
semua. Wallahu A’lam. (1.842)




































