menjelaskan bahwa doa orang tua untuk anak anaknya tak akan ditolak atau dengan
kata lain ada peluang besar untuk dikabulkan. Ada banyak hadits yang
menjelaskan hal ini, diantaranya adalah :
شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ
الْمَظْلُومِ
lagi yaitu DOA ORANG TUA, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang
dizhalimi. (H.R Abu Daud, dihasankan oleh Syaikh al Albani).
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
TUA (untuk anaknya), doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir. (H.R al
Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ
الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ
lagi yaitu doa orang yang dizhalimi, doa orang yang bepergian (safar) dan DOA
ORANG TUA PADA ANAKNYA. (H.R Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Albani)
dari doa ayah. Kenapa ?, karena pengorbanan ibu terhadap anaknya, mulai dari
saat mengandung, apalagi saat melahirkan dan memeliharanya Sungguh sangatlah
besar.
secara tersirat menjelaskan bahwa ibu
memiliki tiga kali kelebihan dari ayah.
Perhatikanlah hadits berikut ini :
إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله, من أحق الناس بحسن
صحابتي? قَالَ أُمُّكَ ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ ، قَالَ ثُمَّ
مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ ، قَالَ ثُمَّ مَنْ ، قَالَ أَبُوْكَ
dia berkata, datang seorang laki laki
kepada Rasulullah shalallahu’ alaihi wasallam dan berkata, wahai
Rasulullah, untuk siapakah saya harus berbakti pertama kali ?. Nabi
shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : Ibumu !.
?. Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi Wasallam menjawab : Ibumu !. Orang tersebut bertanya
kembali, lalu siapa lagi ? Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjawab : Ibumu. Orang tersebut
bertanya kembali, kemudian siapa lagi. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam
menjawab : Ayahmu. (H.R Imam
Bukhari dan Imam Muslim).
untuk anaknya diijabah oleh Allah Ta’ala sehingga mengantarkan anaknya ketempat
yang mulia, diantaranya adalah :
Razi
ulama besar yang dengan taufiq dari Allah Ta’ala bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi
dalam berbagai keahlian ilmu agama, berkat doa ibunya pada masa kecilnya. Dia adalah al Imam
Abul Fath Sulaim bin Ayyub Ar-Razi, salah seorang ulama besar di abad 5
Hijriyah.
ahli fiqih, baik dalam bidang ilmu fiqih umum maupun dalam bidang
ilmu fiqih madzhab Syafi’i secara khusus. Beliau juga masyhur sebagai ahli ilmu al
Quran, ilmu qiraat dan tafsir, ahli hadits yang tsiqah , ahli bahasa,
dan yang lainnya.
tahun, ada seorang Syaikh (ulama) yang datang ke kotanya ar Rayy (terletak di
wilayah Persia). Ketika itu Syaikh mengajar dan mendiktekan ilmu kepada para
murid. Tiba-tiba Syaikh menunjuk ke
arahku seraya berucap : Majulah kamu dan bacalah al Qur an. Dengan rasa
kaget bercampur gugup dan takut, akupun berusaha keras untuk bisa membaca surat
al Fatihah. Namun aku tidak bisa berhasil sama sekali. Lidahku jadi
serasa keluar dan mulutku seakan akan dipindahkan.
tersebut lalu bertanya : Apakah kamu masih punya ibu ?. Ya, jawabku cepat
dan singkat. Dia berkata lagi : Begitu begitu MINTALAH KEPADA IBUMU MENDOAKANMU
AGAR ALLAH TA’ALA MEMBERIMU KEAHLIAN MEMBACA AL-QUR’AN
DAN ILMU-ILMU LAIN KEPADAMU.
ibuku. Maka setelah pulang ke rumah, dia menyampaikannya kepada ibunya. Ibunya
lalu bermunajat dan berdoa kepada Allah. Setelah Sulaim menginjak masa dewasa dan berkelana ke
Baghdad untuk menuntut ilmu bahasa, fiqih, dan lain-lain. Ketika telah berilmu
dia pulang ke kampungnya Rayy dan menjadi ulama besar. (Siyar an Nubala, dengan
diringkas).
Masjidil Haram.
Pendidikan S3-nya di Universitas Ummul Qura Makkah, lulus dengan nilai Cum
Laude.
Masjidil Haram Makkah tahun 1404 Hijriyah. Pertama kali mengimami shalat di
Masjidil Haram pada tanggal 22 Sya’ban 1404 Hijriyah dan pada bulan Ramadhan
tahun yang sama menjadi Khatib pertama kali di Masjidil Haram. Pada waktu itu UMUR
BELIAU BARU 22 TAHUN. Iya 22 tahun,
masih sangat muda.
ketika masih kecil pernah menaburkan pasir kedalam makanan yang sudah disiapkan
ibunya untuk tamu yang akan berkunjung ke rumahnya.
JA’AKALALLAHU IMAAMAN LIL HARAMAIN. Pergi kamu, biar kamu jadi imam di
Haramain. Ternyata kemarahan ibunya yang diucapkan dalam bentuk doa kebaikan
yaitu menjadi imam di Masjidil Haram diijabah oleh Allah Ta’ala.
anaknya karena doa orang tua TERUTAMA DOA IBU MUDAH DIIJABAH oleh Allah Ta’ala.
ini adalah SANGAT SANGAT DIANJURKAN kepada anak anak yang orang tuanya saat ini
masih hidup hendaklah senantiasa meminta doanya. Teruslah minta didoakan orang tua baik
dalam keadaan lapang apalagi ketika menghadapi masalah dan kesulitan.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.784).






































