sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam yang mengingatkan orang orang
beriman untuk mencari rizki dengan cara yang benar. Dari
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا
اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ
أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ
إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna
dia habiskan semua jatah rizkinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah
dan PERBAGUSLAH CARA DALAM MENCARI RIZKI. Jangan sampai tertundanya rizki
mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena
rizki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya. (H.R
ath Thabrani dan Ibnu Abi Syaibah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
ini tergiur dengan rizki atau harta yang berlimpah sehingga tidak peduli tentang sumber rizki apakah
halal, syubhat ataupun haram. Mereka mencari rizki dengan cara yang buruk tak
memilah dan memilih. Mereka lupa seolah olah nikmat Allah Ta’ala berupa rizki
tidak akan ditanya di akhirat kelak.
Allah Ta’ala membedakannya dengan nikmat nikmat yang lain. Allah Ta’ala akan
bertanya mengenai harta harta kita, DARI MANA DIDAPAT DAN UNTUK APA
DIBELANJAKAN. Hal ini menunjukkan bahwa saat kita bermuamalah dengan harta kita
harus senantiasa memperhatikan cara kita mendapatkan harta dan bagaimana cara
kita membelanjakannya. Dan pertanyaan seperti ini akan diajukan Allah Ta’ala kepada
kita WALAUPUN HARTA ITU BERASAL DARI YANG HALAL. (Faidhul Qadir).
tentang pertanyaan diakhirat kelak diantaranya adalah tentang pertanggung
jawaban nikmat harta.
يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ
عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ
مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.
hari kiamat dari sisi Rabb-nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu)
: Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk
apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal
apa ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan
dari ilmu yang dimilikinya.(H.R at-Tirmidzi, ath-Thabrani
dan dihasankan oleh Syaikh Albani).
itu berusahalah MEMPERBAGUS CARA MENCARI RIZKI. Tinggalkan sesuatu (yang
haram) karena Allah. Ingat, KARENA ALLAH SEMATA maka selanjutnya tunggulah bagaimana ganti yang luar biasa dan lebih baik akan
didatangkan oleh Allah Ta’ala.
disebutkan oleh salah seorang sahabat beliau :
اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti
padamu dengan yang lebih baik. (H.R Imam
Ahmad, Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali berkata bahwa sanad hadis ini Shahih).
itu jangan ada keraguan sedikit pun
untuk menjauhi rizki yang haram. Niatkan
karena Allah. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam.
(1.743)






































