kepada manusia adalah waktu siang dan
malam. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan agar seorang hamba
jangan melupakan nikmatnya waktu.
كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُDua kenikmatan
yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang
(H.R. Imam Bukhari).
waktu untuk sesuatu yang
bermanfaat. Bermanfaat untuk dunia dan terutama sekali
untuk mempersiapkan bekal akhirat berupa amal shalih.
adalah melakukan sesuatu yang tak bermanfaat. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda
beliau :
تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
Islam seseorang (ialah) meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat. (H.R Ibnu
Majah, dalam Shahihul Jami’).
waktunya kosong, tak bermanfaat dan tidak digunakan untuk mengingat Allah
dengan beribadah kepada–Nya. Ketika seseorang
membiarkan waktu kosong maka dia bukan termasuk orang yang bersyukur dengan
nikmat waktu.
ibadah hendaklah segera lanjutkan dengan kegiatan lain yang bermanfaat.
فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ
كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
dilakukan maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah
Allah banyak banyak agar kamu beruntung. (Q.S al Jumu’ah 10).
فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
(dari suatu urusan) maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
Dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap (Q.S. al Insyiraah 7-8).
ini memang banyak manusia memenuhi
hampir seluruh waktunya untuk berbagai kegiatan. Sibuk, sibuk terus. Tak mau
rugi dengan waktu. Cuma saja
kecenderungan mereka adalah menggunakan waktu untuk urusan dunia terutama
mengejar rizki dan harta, pangkat dan jabatan bahkan popularitas.
urusan dunia yang seolah tak habis habisnya, MAKA SEBAGIAN BESAR MEREKA TELAH
MELALAIKAN IBADAH YANG MERUPAKAN KEWAJIBAN PALING UTAMA BAGI ORANG ORANG
BERIMAN.
selalu bersyukur dengan nikmat waktu yaitu memanfaatkannya untuk berbagai amalan yang akan mendatangkan ridha Allah Subhanahu
wa Ta’ala.







































