orang orang beriman adalah BERSYUKUR
ATAS SEGALA NIKMAT DARI ALLAH TA’ALA. Sungguh Allah Ta’ala ridha kepada orang
orang yang bersyukur yaitu sebagaimana
firman-Nya :
kesyukuranmu.(Q.S az Zumar 7).
لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Alah) maka sesungguhnya dia bersyukur
untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur) maka sesungguhnya Allah Mahakaya,
Maha Terpuji. (Q.S Luqman 12).
mengabarkan kepadanya (Luqman) bahwa syukurnya ORANG ORANG YANG BERSYUKUR
KEMBALI KEPADA DIRI MEREKA SENDIRI. Dan bahwa siapa saja yang ingkar lalu tidak
bersyukur kepada Alah maka bahayanya menimpa dirinya sendiri, sedangkan Allah
Ta’ala Mahakaya. Tidak butuh kepadanya lagi Allah Maha Terpuji dalam apa saja
yang Dia takdirkan dan Dia putuskan terhadap orang yang menyalahi perintah-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)
Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya bagi orang orang yang bersyukur,
sebagaimana firman-Nya :
تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ
إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,
tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti adzab-Ku sangat pedih. (Q.S
Ibrahim 7).
yaitu :
: Di hati yaitu dengan meyakini di dalam hati bahwa semua nikmat itu berasal
dari Allah dan bukan dari yang lain. Dengan demikian seorang hamba tak akan
pernah mendustakan segala nikmat dan
anugerah itu pemberinya adalah Allah Ta’ala.
اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
dari Allah. Dan apabila kamu ditimpa kesengsaraan maka kepada-Nyalah kamu
meminta pertolongan. (Q.S an Nahl 53)
: Di lisan yaitu dengan ucapan, senantiasa memuji Allah Ta’ala atas nikmat-Nya.
Kalimat paling dianjurkan untuk diucapkan ketika memuji Allah Ta’ala atas
nikmat-Nya adalah : ALHAMDULILLAH. Semakin bertambah nikmat semakin banyak
membaca hamdalah.
yaitu dalam rangka bersyukur. Bukan dalam rangka berbangga diri atau ujub
karena telah mendapat nikmat. Allah Ta’ala berfirman :
sebut sebut (dengan bersyukur). Q.S ad Duhaa 11.
agama dan dunia. Yaitu pujilah Allah Ta’ala karena (adanya) nikmat nikmat itu
dan sebutlah secara khusus jika memang hal itu ada maslahatnya. Bila tidak maka
sebutkan nikmat Allah secara mutlak (umum) karena menyebut nyebut nikmat Allah
Ta’ala BISA MENDORONG SESEORANG MENSYUKURINYA DAN MENDATANGKAN KESENANGAN BAGI
PEMBERI NIKMAT. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
: Dibuktikan dengan perbuatan yaitu dengan menggunakan nikmat nikmat itu sebagai
sarana untuk ketaatan kepada Allah
Ta’ala. Menjadi fasilitas dalam melaksanakan perintah Allah Ta’ala serta berhenti dari
larangan-Nya.
kita lakukan adalah dengan menggunakan nikmat dari Allah Ta’ala. Ini adalah
salah satu tanda syukur kita kepada Allah. Jadi, ketika
seseorang didatangi rasa malas beribadah atau beramal shalih maka
berarti dia sedang malas malasnya untuk bersyukur. Yang lebih berat lagi adalah
manusia yang tak mau beribadah dan itu bermakna tak mau bersyukur. Na’udzubillah.
bersyukur, Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan bahwa MANUSIA SEDIKIT SEKALI
YANG BERSYUKUR.
مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu
bersyukur. (Q.S al A’raf 10).
وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu
bersyukur.(Q.S al Mulk 23).
menyebutkan tentang kisah seseorang berdoa memohon agar dijadikan bagian dari
orang orang yang sedikit. Dari
Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, dia mendengar seseorang memanjatkan doa
: Ya Allah jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang sedikit.
terheran dan berkata : Doa apa ini ?. Orang tersebut menjawab : Aku pernah
mendengar firman Allah (yang artinya) : Sedikit di antara hamba-Ku yang mau
bersyukur. Aku pun berdoa pada Allah agar aku termasuk yang sedikit. Umar
pun berkata : Ternyata setiap orang lebih tahu dari Umar.
Allah Ta’ala agar menjadi hamba hamba
yang bersyukur. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam.
(1.695).






































