Kalau tanaman budidaya terkena penyakit sampai produksinya berkurang atau gagal, bisa dipastikan petani atau pelaku budidaya akan mengalami kerugian/ bakal rugi. Petani atau pelaku budidaya pun berusaha mengatasinya secara Mekanis dengan memotong bagian yang terkena penyakit, atau secara Kimiawi dengan menggunakan Fungisida, Algasida, dan Bakterisida. Bila penanganan secara kimiawi atau dengan menggunakan bahan kimia (Fungisida) menjadi pilihan, konsentrasi yang digunakan harus dicermati agar tidak muncul efek samping yang merugikan.
Adapun kerusakan tanaman karena penyakit tanaman di sebabkan oleh :
1. Protozoa
2. Chromista/ stramenopiles
3. Cendawan
4. Bakteri
5. Virus
6. Alga
1. Kerusakan tanaman disebabkan Protozoa
Penyebab penyakit tanaman (patogen) adalah Plasmodiophoromycetes yang bersifat parasit obligat. Walau organisme ini menyerupai cendawan dan mampu bertahan dalam tanah sebagai spora serta istirahat selama puluhan tahun, organisme ini hanya dapat tumbuh dan berkembang pada beberapa jenis tanaman inang.
Ketika pertama kali ditemukan oleh Mikhail Woronin pada tahun 1978, patogen Plasmodiophora brassicae masuk dalam kerajaan besar Fungi. Dalam perkembangannya, ahli taksonomi mengelompokkannya dalam Kingdom Protozoa.
2. Kerusakan tanaman disebabkan Chromista/ Stramenopiles
Salah satu spesiesnya Phytophthora infestans pernah menhancurkan pertanaman kentang di Irlandia pada tahun 1845 hingga menyebabkan migrasi massal dari Irlandia ke Amerika.
Patogen penting dari kelas Oomycetes di antaranya berasal dari genus Pythium, Phytophthora, Peronosclerospora, Plasmopara, Peronospora, dan Pseudoperonospora. Sebelumnya, keenam genus
3. Kerusakan tanaman disebabkan Cendawan
4. Kerusakan tanaman disebabkan Bakteri
5. Kerusakan tanaman disebabkan Virus
6. Kerusakan tanaman disebabkan Alga









