Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Trading

Indikator Analisa Teknikal Average True Range (Bagian I)

Top Bisnis by Top Bisnis
15.08.2015
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT
Di pos ini saya akan membahas indikator analisa teknikal Average True Range (ATR)

Saat mempelajari indikator analisa teknikal, ada beberapa hal yang harus anda cari tahu tentang indikator tersebut:

RELATED POSTS

Tips Investasi Saham Untuk Mahasiswa

Tidak ada saham DIskon, Ini Solusinya

3 Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham Untuk Pemula

1. Latar belakang/Sejarah
2. Rumus cara menghitung indikator
3. Jenis: trend-following, oscillators, lain-lain.
4. Fungsi
5. Cara (benar) memakai indikator dan contoh dalam trading

Mari kita mulai.

1. Latar belakang/Sejarah

Indikator Average True Range adalah ide dari J. Welles Wilder, Jr. [Ia adalah juga “bapak” dari indikator Relative Strength Index (RSI)].

ADVERTISEMENT

Bahasa Indonesia Average True Range (kira-kira) adalah Rata-rata Rentang Sejati.

Range/Rentang apa yang dimaksud?

Range yang dimaksud di sini adalah RENTANG pergerakan HARGA dalam waktu tertentu.

Perhatikan bahwa Range/Rentang pada kurun waktu tertentu adalah JARAK antara harga High dan harga Low. Jadi, dengan kata lain, Range/Rentang harga saham pada hari tertentu adalah harga High dikurangi harga Low pada hari tersebut.

[Jika anda belum tahu apa itu harga High dan harga Low, silahkan baca pos “Empat Komponen Harga Saham Yang Perlu Anda Ketahui.”]

Tabel 1. Average True Range WSKT
 

Contoh: Mengacu pada Tabel 1, Range harga WSKT pada tanggal 14 Agustus 2015 = High – Low = 1.800 – 1.735 = 65.

Tapi kenapa Wilder memberi nama TRUE Range (Rentang SEJATI)? Apanya yang sejati?

Nah, inilah salah satu bukti bahwa Wilder adalah pemain saham dan komoditas kawakan karena, dari pengalaman tradingnya, Wilder menyadari bahwa Range High dan Low harian BELUM TENTU mencerminkan rentang harga sesungguhnya.

Kok bisa?

Kalau anda perhatikan gerak harga saham/komoditas, harga Open hari ini tidak harus sama dengan harga Close hari sebelumnya. Memang pada umumnya harga Open di harga Close kemarin. Namun sering juga terjadi harga Open sedikit di atas ataupun di bawah harga Close hari sebelumnya. Tapi kadang-kadang, harga Open bisa JAUH di atas (bahasa Inggris: Gap Up) ataupun JAUH di bawah (Gap Down) harga Close sebelumnya.

Nah, ketika terjadi Gap Up atau Gap Down, rentang harga High dan Low pada hari tersebut TIDAK mencerminkan Range yang sesungguhnya.

Coba anda perhatikan Tabel 2 di bawah.
 

Tabel 2. Average True Range BBRI


Tanggal 11 Agustus 2014, BBRI Close di harga 10.150. Tanggal 12 Agustus 2014 BBRI Open Gap Down di 9.850. Perhatikan bahwa harga High pada hari tersebut (10.025) LEBIH RENDAH daripada harga Close hari sebelumnya (10.150).

[Catatan: Prev Price pada tabel di atas adalah = Harga Close hari sebelumnya.]

Pada kondisi seperti ini, Range High – Low (10.025 – 9.650 = 375) TIDAK MENCERMINKAN rentang harga sesungguhnya.

Kok bisa sih? Saya masih belum ngerti nih? kata anda sambil menggaruk-garuk hidung anda yang tidak gatal.

Mari saya jelaskan supaya anda berhenti menggaruk-garuk hidung dan mulai menggaruk-garuk kepala.

Bayangkan anda membeli BBRI pada tanggal 11 Agustus 2015 di harga Close 10.150. Saat memantau harga pada tanggal 12 Agustus, anda bengong melihat BBRI Open di 9850, naik ke High 10.025, lalu turun lagi ke 9.850 dan lanjut turun ke Low 9.650.

Pada saat harga BBRI di Low 9.650, apakah yang terlintas di benak anda adalah “ampun deh, gue rugi 375”? (High – Low = 10.025 – 9.650 = 375).

Saya yakin tidak begitu.

Saya yakin yang terlintas di benak adalah adalah “ampun deh, gue rugi 500.” (Prev Price – Low = 10.150 – 9.650 = 500).

Dengan kata lain, ketika terjadi Gap Down, rentang harga High/Low pada hari tersebut lebih kecil daripada rentang sesungguhnya karena harga High pada hari itu berada DI BAWAH harga Close kemarin.

[Perhatikan bahwa saat kondisi normal tidak Gap Down, harga High hari tersebut biasanya >= harga Close hari sebelumnya.]

Kebalikannya, ketika terjadi Gap Up, rentang harga High/Low pada hari tersebut lebih kecil daripada rentang sesungguhnya karena harga Low pada hari itu berada DI ATAS harga Close kemarin.

[Perhatikan juga bahwa saat kondisi normal tidak Gap Up, harga Low hari tersebut biasanya <= harga Close hari sebelumnya.]

Berdasarkan pengamatan ini Wilder menyimpulkan bahwa saat menghitung Range/Rentang pergerakan harga, ia harus mempertimbangkan kondisi Gap Up dan Gap Down. Nah, rentang harga yang sudah mempertimbangkan kondisi Gap Up dan Gap Down inilah yang ia sebut TRUE Range (Rentang SEJATI).

Apa solusi yang ditawarkan J. Welles Wilder sebagai True Range dari pergerakan harga saham?

Silahkan lanjut baca ke “Indikator Analisa Teknikal Average True Range (Bagian II).” 




Pos-pos yang berhubungan:

  • Empat Komponen Harga Saham Yang Perlu Anda Ketahui
  • Analisa Teknikal Saham Untuk Pemula
  • Cara Menampilkan Indikator Average True Range (ATR) di HOTS Daewoo Securities

[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Tags: Belajar InvestasiBelajar TradingDagangInvestasiPanduanTrading
ShareTweetPin
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Trading

Tips Investasi Saham Untuk Mahasiswa

29.12.2020
Trading

Tidak ada saham DIskon, Ini Solusinya

21.12.2020
Trading

3 Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham Untuk Pemula

09.12.2020
Trading

5 Rasio Fundamental Saham Untuk Investor Pemula

26.11.2020
Trading

MPMX dan PANS

19.11.2020
Trading

9 Saham Sektor Finance Terbaik

16.11.2020
Next Post

AMBILLAH PERISAI KALIAN

Di Asia Tenggara, The Sound of Music Hanya Pentas di Jakarta

Iklan

Recommended Stories

Insiden Hotel Yamato, Surabaya 19 September 1945

08.06.2019

“Risk Management” Webinar PT LHI bersama APKPI

09.02.2021
Kurikulum pendidikan berlandaskan Aqidah Islamiyyah

Kurikulum pendidikan berlandaskan Aqidah Islamiyyah

10.03.2013

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?