1. Biaya mahal,
2. Jauh dari keluarga,
3. Profesi pelaut tidak di sukai oleh semua kalangan kaum hawa,
“Pesan
Jadilah pelaut jika ke 3 hal diatas dapat Anda atasi… terimakasih…
Curhatan:Sudah lama yah, saya tidak pernah update lagi di blog ini, dan mungkin teman-teman mengira-ngira: kalau saya sudah berhenti menulis. #bapper ,“Hahaha.”
Aku tidak pernah berhenti menulis kok, teman-teman. Terkadang juga, saya sedih melihat keadaan saat ini dan ingin sekali saya tulisakan pendapatku tentang apa yang telah terjadi di dunia kita ‘dunia pelaut’. Namun, tidak jadi juga akhirnya, ‘kenapa?’ sebenarnya alasannya tidak perlu saya besar-besarkan sih. Selain saya disibukkan dengan persiapan berangkat ke Holland Amerca Line, #pamer, “Hahaha.” Saya sedang merintis sebuah karya yang berbentuk novel. Dan cerita itu saya posting di Wattpad
Iya setelah selesainya saya ditraining di Cikarang. ‘Tentu, teman-teman taukan training yang saya maksudkan?’
Iya benar, tempatnya diteraining para crew-nya HAL, jujur untuk lulus di tempat itu, saya begitu banyak mengurus tenaga, namun dapat kunikmati juga hasilnya. Saya berhasil teman-teman. Aku berhasil keluar dari tempat training itu dengan nilai yang cukup memuaskan. Ciee curhat jadinya, ‘hehe’.
Apalgi, akhir-akhir ini, saya lagi-lagi sibuk dengan persiapan dokument, jadi waktuku sedikit tersita di sana. Akan tetapi, saya tidak pernah berhenti menulis teman-teman, namun saya mencoba mempelajari dunia kepenulisan lebih beergensi, #sombaong, “Hahaha.”
Iya, aku mencoba menulis sebuah novel yang berlatar dunia pelaut, dan samapai saat ini, cerita itu masih krisis pembacanya, saya sedikit bingung: apakah tulisan itu akan saya tinggalkan saja atau bagaimana. Soalnya awal bulan 12 ini, saya sudah dijadwalkan untuk berangkat ke salah satu kapal milik HAL, yaitu Volendam. #pamer ‘hehe’. Mengapa saya mengeluh karena cerita itu sudah berjalan ‘Bab ke-20, dan pemabacanya masih sedikit sekali, saya berpikir: kalau pun tulisan itu lolos diterbitkan di penerbit buku, dugaan saya: buku itu tidak akan laku di pasaran, kenapa? Di Wattpad saja tidak banyak yang baca. Padahal, cita-citaku menulis novel itu, sebelum aku sibuk bekerja di kapal aku ingin mengirimkan naskahnya ke penerbit Gramedia. Saya ingin sekali, ada kisah pelaut yang muncul di rak buku Gramedia, atau di TV, atau setidalnya, teman-teman pelaut bisa melihat sebuah kisah yang ditayangkan di layar lebar yang berlatar sama dengan profesi ‘kita’, sebagai pelaut. Maka dari itu saya mohon koreksi dan dukungannya, cobalah teman-teman baca dengan meng-klik link berikut: “AdityaSang Pelaut” dan berkomentralah di sana sesuka teman-teman, supaya saya bisa membuat cerita itu lebih bagus dan layak untuk disaksiakn oleh masyrakat luas. Supaya orang banyak membuka mata, dan melihat betapa menderitanya seorang pelaut yang berjuang sepenuh raga di tengah laut, sementar kekasih tercintanya bermain curang di belakang, dan saya ingin orang banyak, menyadari, kalau ternyata kita juga punya kisah yang layak untuk dipublishkan. Terimakasih teman-teman, saya tunggu dukungan dan koreksinya. Agar, novel itu bisa tampil lebih baik. Dan aku berjanji akan memperbaiki sekuat dan semampuku, agar cerita itu bisa terbit di penerbit mayor nantinya.



