ALLAH
orang yang suka berbohong apalagi setiap saat berbohong. Dan tentu lebih buruk
lagi kalau seorang pemimpin suka membohongi orang orang yang dipimpinnya karena
dampak buruknya akan sangat luas, mencakup banyak orang.
sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong. Rasulullah bersabda :
وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ
الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ
وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
kebohongan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan
seseorang senantiasa berlaku bohong dan selalu berbohong sehingga dia tercatat
di sisi Allah Ta’ala sebagai pembohong (H.R Imam Muslim)
paling buruk apalagi di sisi Allah Ta’ala. Jika seseorang tercatat sebagai
pembohong di sekitar tetangga atau di sekitar teman sekantor saja sudah berat
dan sangat tidak nyaman. Kecuali bagi orang orang yang tidak memiliki rasa malu.
berbohong merupakan salah satu tanda MANUSIA MUNAFIK. Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam bersabda :
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ،
وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Hurairah, bahwa Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam
bersabda, tanda-tanda orang munafik ada tiga : (1) Jika berbicara dia
berbohong. (2) Jika berjanji dia
mengingkari. Dan (3) Jika diberi amanah
dia berkhianat (H.R Imam Bukhari)
Lalu
siapa siapa yang disebut munafik. (1) Menurut Imam Ibnu Katsir, nifak adalah
memperlihatkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan. (2) Menurut Ibnu Juraij, bahwa orang munafik itu adalah orang yang perkataannya berlawanan
dengan apa yang ia kerjakan dan bathinnya menyelisihi lahiriahnya.
manusia. Oleh karena itu Allah Ta’ala
akan memberikan hukuman yang berat bagi mereka. Allah Ta’ala berfirman :
الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang
penolongpun bagi mereka. (Q.S an Nisa’ 145)
senantiasa berlaku jujur karena jujur akan mendatangkan ketenangan. Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam bersabda :
ketenangan, kebohongan mendatangkan kegelisahan. (H.R at Tirmidzi).
Wallahu A’lam. (1.562).




































