LK AISA sdh keluar bbrp hari yang lalu.. Tapi karena saya lg sibuk banget ke sana sini, akhirnya saya baru bisa buka siang ini. Cuma yang melegakan saya, AISA msh ada growth. Jadi ngga harus cepet-cepet jualan.. 🙂
Saya melihat, AISA di Q1/2015, lebih bagus kinerjanya daripada AISA di Q4/2014. Dan krn Q1 ini biasanya mencerminkan kinerja emiten setahun ke depan (walaupun ada juga emiten yang tidak bisa kita terapkan cara seperti ini), jadi saya pikir, AISA di 2015 akan lebih baik kinerjanya dibanding 2014. Semoga ya.. 🙂
Karena saya punya ekspektasi kinerja AISA akan lbh bagus lagi ke depan, maka saya putuskan td menambah lagi AISA yang saya punya. Terakhir saya beli AISA di kisaran 2060. Dengan menambah AISA di 1910, maka average AISA yang saya punya, sekarang ada di 1500. Mudah-mudahan bisa menjadi investasi jangka panjang, krn ini saham consumer.. 🙂
Ok, kita coba liat LK Q1/2015 AISA, ya.. (LK dalam juta rupiah)
1. NERACA
aset lancar = 4.096.234
liabilitas jangka pendek = 1.629.160
modal kerja = aset lancar – liabilitas jangka pendek (modal kerja positif, jadi tidak ada resiko likuiditas. libilitas jangka pendek yang jatuh tempo pd waktunya, bisa dibayar dengan aset lancar yang ada saat ini).
jumlah utang = 3.967.921
jumlah saham = 135.000.000 + 2.791.000.000 = 2.926.000.000 lembar
jumlah ekuitas tanpa kepentingan non pengendali = 3.172.573 –> growth = 3,98%
jumlah ekuitas = 3.729.391
DER = jumlah utang : jumlah ekuitas = 1,06x —> DER masih di bawah 1,5x, jadi masih dalam batas aman..
Book Value = jumlah ekuitas tanpa kepentingan non pengendali : jumlah saham = 3.172.573.000.000 : 2.926.000.000 = Rp 1084,27
jumlah aset = 7.697.312
2. LAPORAN LABA RUGI
Penjualan = 1.601.877 —> growth = 38,9%
Laba usaha = 220.938 —> growth = 22,11%
Marjin laba usaha = 220.938 : 1.601.877 = 13,8%
Laba tahun berjalan = 139.229 —> growth = 25,53%
Marjin laba tahun berjalan = 139.229 : 1.601.877 = 8,69%
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 123.968 —> growth = 26,41%
EPS = Rp 38,52 —> growth = 14,92%
ROE = ( 4 x 123.968 ) : 3.172.573 = 15,63%
3. LAPORAN ARUS KAS
Arus kas operasi = 58.026
Capex = 42.522 —> growth = minus 3,36%
penambahan tanaman perkebunan = 33.785 —> growth = 431,46% (tampaknya AISA sedang berekpansi di bidang perkebunan)
kas = 960.727
4. @ 1910 —> PER = 1910 : ( 4 x 38,52) = 12,4x (dengan penglihatan selintas, karena EPS growth AISA 14,94% dan ROE-nya 15,63% , maka AISA di PER di bawah 14x ini MURAH menurut saya). Saya ada metode simpel banget untuk melihat apakah suatu saham termasuk murah/ngga. Bila growth dan ROE saham tsb masih lebih tinggi daripada PER-nya, maka saham tsb menurut saya termasuk murah. Ini saya coba kombinasikan antara ROE, PER dan growth. Mungkin di buku belum ada. Ini hanya pengalaman saya pribadi selama jd investor saham di bursa, dan saya pikir metode ini cukup bisa diaplikasikan, terutama untuk saham consumer..
PBV = 1910 : 1084,27 = 1,76x —> PBV di bawah 2x untuk saham consumer dan ada growth, bagi saya juga masih murah
Yield = ROE : PBV = 8,88% —> Yield di atas yield SUN untuk saham consumer dan ada growth, bagi saya juga sangat menarik.
Valuasi wajar AISA = 1941 —> MOS 1,6% (msh di bawah harga wajarnya. Jadi apabila AISA turun lagi jauh di bawah harga wajarnya, maka akan semakin menarik).
Kesimpulan saya, secara FA, AISA saat ini masih murah 🙂
Secara TA? AISA sekarang berada tepat di garis MA 100 weekly-nya. Dan krn msh ada growth pd kinerjanya, AISA masih murah based on TA. MACD weekly msh di bawah 0, jd masih bearish, alias msh harga diskon 🙂
Dengan chart daily, AISA sekarang berada di bawah MA 200 daily. MA 200 daily AISA ada di 2160. MACD daily juga di bawah 0, tapi sudah golden cross.
Dengan chart monthly, AISA udah 9 bulan cenderung turun terus. Highest di 2620, lowest di 1660. Alias di 1910 sekarang, berarti AISA sudah turun 27% dari highest.
Ok, saya sih berani beli ya, untuk AISA di harga sekarang. Karena prospek AISA ini masih bagus ke depan. Apalagi harganya masih murah. Tapi ini disclaimer yahhhhh… :))))
Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang juga tanggung sendiri.
Your money, your responsibility.. 🙂
Saya melihat, AISA di Q1/2015, lebih bagus kinerjanya daripada AISA di Q4/2014. Dan krn Q1 ini biasanya mencerminkan kinerja emiten setahun ke depan (walaupun ada juga emiten yang tidak bisa kita terapkan cara seperti ini), jadi saya pikir, AISA di 2015 akan lebih baik kinerjanya dibanding 2014. Semoga ya.. 🙂
Karena saya punya ekspektasi kinerja AISA akan lbh bagus lagi ke depan, maka saya putuskan td menambah lagi AISA yang saya punya. Terakhir saya beli AISA di kisaran 2060. Dengan menambah AISA di 1910, maka average AISA yang saya punya, sekarang ada di 1500. Mudah-mudahan bisa menjadi investasi jangka panjang, krn ini saham consumer.. 🙂
Ok, kita coba liat LK Q1/2015 AISA, ya.. (LK dalam juta rupiah)
1. NERACA
aset lancar = 4.096.234
liabilitas jangka pendek = 1.629.160
modal kerja = aset lancar – liabilitas jangka pendek (modal kerja positif, jadi tidak ada resiko likuiditas. libilitas jangka pendek yang jatuh tempo pd waktunya, bisa dibayar dengan aset lancar yang ada saat ini).
jumlah utang = 3.967.921
jumlah saham = 135.000.000 + 2.791.000.000 = 2.926.000.000 lembar
jumlah ekuitas tanpa kepentingan non pengendali = 3.172.573 –> growth = 3,98%
jumlah ekuitas = 3.729.391
DER = jumlah utang : jumlah ekuitas = 1,06x —> DER masih di bawah 1,5x, jadi masih dalam batas aman..
Book Value = jumlah ekuitas tanpa kepentingan non pengendali : jumlah saham = 3.172.573.000.000 : 2.926.000.000 = Rp 1084,27
jumlah aset = 7.697.312
2. LAPORAN LABA RUGI
Penjualan = 1.601.877 —> growth = 38,9%
Laba usaha = 220.938 —> growth = 22,11%
Marjin laba usaha = 220.938 : 1.601.877 = 13,8%
Laba tahun berjalan = 139.229 —> growth = 25,53%
Marjin laba tahun berjalan = 139.229 : 1.601.877 = 8,69%
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk = 123.968 —> growth = 26,41%
EPS = Rp 38,52 —> growth = 14,92%
ROE = ( 4 x 123.968 ) : 3.172.573 = 15,63%
3. LAPORAN ARUS KAS
Arus kas operasi = 58.026
Capex = 42.522 —> growth = minus 3,36%
penambahan tanaman perkebunan = 33.785 —> growth = 431,46% (tampaknya AISA sedang berekpansi di bidang perkebunan)
kas = 960.727
4. @ 1910 —> PER = 1910 : ( 4 x 38,52) = 12,4x (dengan penglihatan selintas, karena EPS growth AISA 14,94% dan ROE-nya 15,63% , maka AISA di PER di bawah 14x ini MURAH menurut saya). Saya ada metode simpel banget untuk melihat apakah suatu saham termasuk murah/ngga. Bila growth dan ROE saham tsb masih lebih tinggi daripada PER-nya, maka saham tsb menurut saya termasuk murah. Ini saya coba kombinasikan antara ROE, PER dan growth. Mungkin di buku belum ada. Ini hanya pengalaman saya pribadi selama jd investor saham di bursa, dan saya pikir metode ini cukup bisa diaplikasikan, terutama untuk saham consumer..
PBV = 1910 : 1084,27 = 1,76x —> PBV di bawah 2x untuk saham consumer dan ada growth, bagi saya juga masih murah
Yield = ROE : PBV = 8,88% —> Yield di atas yield SUN untuk saham consumer dan ada growth, bagi saya juga sangat menarik.
Valuasi wajar AISA = 1941 —> MOS 1,6% (msh di bawah harga wajarnya. Jadi apabila AISA turun lagi jauh di bawah harga wajarnya, maka akan semakin menarik).
Kesimpulan saya, secara FA, AISA saat ini masih murah 🙂
Secara TA? AISA sekarang berada tepat di garis MA 100 weekly-nya. Dan krn msh ada growth pd kinerjanya, AISA masih murah based on TA. MACD weekly msh di bawah 0, jd masih bearish, alias msh harga diskon 🙂
Dengan chart daily, AISA sekarang berada di bawah MA 200 daily. MA 200 daily AISA ada di 2160. MACD daily juga di bawah 0, tapi sudah golden cross.
Dengan chart monthly, AISA udah 9 bulan cenderung turun terus. Highest di 2620, lowest di 1660. Alias di 1910 sekarang, berarti AISA sudah turun 27% dari highest.
Ok, saya sih berani beli ya, untuk AISA di harga sekarang. Karena prospek AISA ini masih bagus ke depan. Apalagi harganya masih murah. Tapi ini disclaimer yahhhhh… :))))
Seperti biasa, rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang juga tanggung sendiri.
Your money, your responsibility.. 🙂
Regards,
V3
ADVERTISEMENT




