dicemaskan oleh sebagian manusia yaitu : (1) Takut tak akan mendapat rizki. (2)
Takut kalau rizkinya diambil orang lain.
Hasan al Bashri antara lain mengatakan : Aku tahu rizkiku tak akan diambil
orang lain. Oleh karena itu hatiku tenang.
: (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia), RIZKI ELANG TIDAK AKAN DIMAKAN MUSANG.
hamba khawatir tentang rizkinya karena rizkinya adalah baginya yang telah
ditetapkan dan dijamin Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ
كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. Dia mengetahui tempat
kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata
(Lauh Mahfudz). Q.S Hud 6.
sehingga tidak perlu berlari PONTANG PANTING mengejarnya. Sungguh dalam hal rizki, kewajiban seorang hamba
adalah bagaimana berusaha mencarinya, bukan memikirkan
apakah dia akan dapat rizki atau tidak.
telah menjamin maka tidaklah patut bagi makhluk-Nya untuk merasa khawatir akan kehilangan rizki
ataupun tidak mendapatkannya ataupun diambil orang lain.
hamba berlari mengejar rizki. Bekerja seperti
tak kenal waktu, tanpa henti untuk mencari rizki apalagi sampai ada yang lalai
beribadah. Ketahuilah bahwa rizki tidak
pernah lari, tetap ditempatnya dan manusia disuruh mencarinya. Allah Ta’ala
berfirman :
فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟
ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
bertebaranlah kamu di muka bumi. Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
banyak banyak agar kamu beruntung. (Q.S al Jumu’ah 10).
bersabda:
تموت نفس حتى تستوفى رزقها فأجملوا فى الطلب
seorangpun yang meninggal dunia hingga
ia benar-benar telah mengenyam jatah rizkinya, karena itu tempuh jalan-jalan
yang baik dalam mencari rizki. (H.R al
Baihaqi).
masalah yang perlu ditakutkan seorang hamba yaitu : (1) Apakah rizkiku didapat
dengan cara yang halal atau syubhat. (2) Apakah aku mampu membelajakan rizkiku
untuk yang halal di jalan yang Alla ridha.
‘alaihi wasallam :
الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ
فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ،
وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
dua telapak kaki seorang hamba ketika hari Kiamat kelak hingga ia ditanya : (1)
Tentang umurnya untuk apa ia habiskan. (2) Tentang ilmunya untuk apa dia
amalkan. (3) TENTANG HARTANYA DARI MANA DIA DAPATKAN DAN UNTUK APA DIA
BELANJAKAN. (4) Tentang badannya untuk apa dia letihkan. (H.R Imam at Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh
al Albani dalam Silsilah Hadits Shahih).
seorang tidak perlu takut tak kebagian rizki dan juga tidak takut rizkinya akan diambil
orang lain. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam.
(1.527).






































