Saat
Anda terjun sebagai seorang entrepreneur di usia yang masih belia, bisa
dipastikan Anda akan memiliki karyawan yang berusia lebih tua. Meskipun
pekerja yang lebih tua secara alami memiliki lebih banyak pengalaman
yang bisa Anda manfaatkan sebagai aset perusahaan, Anda juga harus ingat
bahwa harus tercipta suatu keseimbangan agar semua pihak bisa bekerja
dengan baik sebagai satu perusahaan baru yang utuh. Tak hanya Anda ingin
semua pekerja untuk menyukai Anda, akan lebih baik jika Anda
mendapatkan rasa hormat mereka meskipun usia Anda tergolong lebih muda.
Sebagai
seseorang yang berwirausaha dengan karyawan yang lebih tua, Anda bisa
menggunakan dua trik berikut ini agar para karyawan yang lebih tua bisa
dikelola dengan lebih baik.
Berperilakulah seperti bos Setelah
mendirikan perusahaan baru, seorang entrepreneur bisa jadi merekrut
seorang karyawan dengan usia yang jauh lebih tua karena pengalaman
mereka yang lebih banyak, jam terbang yang lebih banyak atau prestasi
serta kompetensi yang sudah teruji.
Bila
Anda menempatkan diri Anda sebagai seseorang yang lebih muda dalam
hubungan pekerjaan, Anda akan menempatkan diri sendiri dalam kesulitan.
Mengapa? Karena Anda akan diremehkan secara langsung atau tidak langsung
oleh si karyawan. Apa yang Anda anggap sebagai sopan santun pada orang
yang lebih tua dan senior akan menjadi bumerang bagi Anda dalam jangka
panjang.
Kiatnya?
Cobalah untuk bersikap wajar, tanpa harus mengingat usia karyawan Anda.
Perlakukan ia dengan selayaknya, setara seperti karyawan lain. Anda
tetap harus menegur saat ia melakukan kesalahan. Anda juga tak boleh
enggan mengingatkannya terhadap komitmen yang terlupakan, misalnya.
Kesampingkan ego Anda Bahaya
lainnya yang diakibatkan karena terlalu mempedulikan kesenjangan usia
ialah kecenderungan untuk terlalu menunjukkan dominasi Anda sebagai
seorang majikan. Ini merupakan kebalikan dari yang sebelumnya. Anda
terlalu percaya diri, bahkan mendekati sombong, saat menghadapi para
pekerja yang berusia di bawah Anda.
Pahami
pentingnya bersikap rendah hati saat memimpin. Tak hanya sikap rendah
hati akan menyelamatkan nama baik Anda dari para karyawan yang lebih
senior, Anda juga akan berpeluang lebih tinggi saat berhadapan dengan
para venture capitalist. VC yang berusia lebih tua bisa saja kehilangan
minat untuk bekerja sama saat melihat Anda terlalu pongah. Meskipun Anda
mungkin tak bermaksud untuk terkesan sombong, kepercayaan diri yang
berlebihan juga bisa berbalik menyerang Anda.
Pelajaran
yang bisa kita petik ialah tak peduli seberapa cerdas dan cemerlangnya
Anda sebagai seorang entrepreneur, jagalah sikap percaya diri Anda. Jika
terlalu ekstrim, Anda bisa berakhir menyesali karena terlalu rendah
diri atau di sisi lain , karena merasa terlalu sombong. Dengan sikap
percaya diri yang sewajarnya, Anda akan lebih banyak mendapatkan relasi
dan masukan positif dan ide-ide brilian. Karena tanpa orang lain, usaha
Anda akan sia-sia. (*AP) |