SENTRA PENJUALAN BUNGA PONDOK GEDE
Sentra bunga Pondok Gede: Tempat berburu bunga (1)
Oleh Fahriyadi – Senin, 02 April 2012 | 15:14 WIB

Anda yang tinggal di Jakarta
Timur dan berniat membeli bunga, tidak ada salahnya datang ke kawasan
Pondok Gede. Di Jalan Raya Pondok Gede, Halim Perdanakusuma, Jakarta
Timur, di sisi kanan dan kiri jalan ini ada satu lokasi yang khusus
menjadi area penjualan bunga. Lebih dari 20 kios pedagang bunga berdiri
di sini.
Jenis bunga yang dijajak para pedagang di tempat ini
terbilang lengkap, antara lain seperti mawar, melati, flamboyan,
anggrek, dan bunga matahari. Selain menjual bunga per tangkai, para
pedagang di sini juga melayani pesanan karangan bunga papan.
Untuk
menemukan sentra bunga yang sudah berdiri sejak akhir tahun 1990-an ini
mudah. Jaraknya hanya 1 kilometer (km) dari rumah sakit dan asrama haji
Pondok Gede. Sementara dari Pintu masuk Taman Mini Indonesia Indah
(TMII), sentra ini bisa ditempuh sekitar 15 menit.
Kios bunga di
tempat ini rata-rata berukuran 4×5 meter. Di kios yang tidak terlalu
luas itu, para pedagang memajang aneka bunga. Saat KONTAN menyambangi
tempat ini, aktivitas jual belum nampak belum begitu ramai.
Beberapa
pedagang nampak sibuk menyemprot bunga dagangannya agar tak lekas layu.
Muhammmad Abbas, pemilik kios Wijaya Florist di sentra ini menyatakan,
aktivitas jual beli di sentra ini cenderung sepi saat hari kerja.
Kendati
demikian, Abbas mengaku prospek penjualan bunga masih sangat bagus. Ia
mengaku, omzetnya terus meningkat dari tahun ke tahun. “Peningkatan
penjualan saya naik sekitar 15% ketimbang tahun sebelumnya,” terang
Abbas.
Harga bunga yang dijual dengan harga bervariatif. Untuk
karangan bunga papan dijual dengan harga mulai dari Rp 400.000 hingga
Rp 1,5 juta per paket, tergantung ukuran jenis bunga yang dipilih
pelanggan. Adapun bunga yang dijual per tangkai, harga jualnya mulai Rp
5.000-Rp 15.000. Dengan harga jual sebesar itu, Abbas mendulang omzet
sekitar Rp 15 juta-Rp 20 juta per bulan, dengan laba mencapai 30%-40%.
Muhammad
Badri, pemilik kios Indau Florist yang tergolong pedagang senior di
sini mengaku sudah berjualan di sentra ini sejak 13 tahun silam. Selama
menekuni profesi ini, ia melihat tren penjualan bunga cukup bagus.
Makanya, kata Badri, kawasan tempatnya jualan bunga makin penuh dengan
pedagang. “Dulu hanya sekitar 12 pedagang, tapi kini lebih dari 20
pedagang,” ujarnya.
Meski pedagang makin banyak, ia mengaku
pangsa pasar bunga juga ikut berkembang. Dengan harga karangan bunga
papan mulai dari Rp 400.000-Rp 1 juta, ia mampu meraup omzet Rp 25 juta
per bulan. Adapun laba bersihnya sekitar Rp 5 juta-Rp 7 juta per bulan.
Menurut
Badri, salah satu kelebihan sentra ini adalah letaknya yang di pinggir
jalan raya. “Banyak orang melintas datang ke sentra ini spontan,”
ungkapnya.ย
Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-bunga-pondok-gede-tempat-berburu-bunga-1/2012/04/02
Sentra bunga Pondok Gede: Layanan 24 jam (2)
Oleh Fahriyadi – Selasa, 03 April 2012 | 15:34 WIB
Dengan 20 kios bunga berjajar Jalan
Raya Pondok Gede, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, para pedagang
bunga bersaing ketat untuk mendapatkan pelanggan. Meski begity,
persaingan mereka masih terbilang sehat.
Tidak ada pedagang yang
mencari pelanggan dengan cara membanting harga jual. Agar bisa menggaet
banyak pelanggan, mereka berlomba memberikan pelayanan yang terbaik.
Lihat saja yang dilakukan Muhammad Badri, pemilik Indau Florist. Untuk
meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, ia terus mengasah
pengetahuannya tentang bunga.
“Pengetahuan ini penting untuk
memberikan rekomendasi bagi pelanggan yang kerap mencari bunga untuk
segala kondisi dan keperluan,” jelasnya.
Dengan memiliki
pengetahuan yang cukup, pedagang dapat mencerna keinginan pelanggannya.
Jika tak bisa memahami keinginan konsumen tentu pelayanan akan
mengecewakan.
Menurut Badri, pedagang seringkali hanya sekedar
ingin barang dagangannya laku, tanpa bisa memahami apa yang diinginkan
oleh konsumennya. “Itu kan ironis, apalagi kalau pelanggannya lebih
paham soal bunga ketimbang penjualnya,” ucapnya.
Selain berusaha
memahami keinginan konsumen, Badri juga berusaha menjaring pelanggan
dengan membuka layanan selama 24 jam. Kendati kiosnya tutup pukul 20.00
WIB, ia selalu melayani jika tiba-tiba ada pesanan di tengah malam.
“Dalam situasi darurat seperti kematian, pemesanan bunga harus dikirim saat itu juga dan kami harus siap kapan pun,” tuturnya.
Tetapi
ada juga pedagang yang menempuh cara lain dalam menggaet pembeli.
Contohnya, Muhammad Abbas, pemilik Wijaya Florist. Ia lebih
mengedepankan kreativitas dalam menggaet konsumen.
Misalnya,
dalam merangkai karangan bunga papan, ia sebisa mungkin mengkreasikan
stok bunga lama dengan yang baru. Dengan begitu, stok lama yang terancam
layu dan kering tidak terbuang.
Hanya saja, ia harus pintar
memadukan berbagai warna bunga, sehingga enak dipandang. Jadi selain
pelanggan puas, ia juga untung karena tidak ada bunga yang terbuang.
“Tapi tentu diperlukan kreativitas dan keterampilan,” ujarnya.
Selain
kreativitas merangkai bunga, ia juga sangat memperhatikan tampilan
kiosnya. Agar terlihat menarik, ia selalu mendekorasi tampilan kiosnya.
“Bunga identik dengan keindahan, mestinya suasana kios mencerminkan
hal tersebut,” ucapnya.
Badri sendiri menjamin, semua pedagang di
tempatnya berjualan memiliki pengetahuan tentang bunga. Sebab, hampir
semua pedagang bunga di Pondok Gede pernah pekerja di toko bunga dalam
waktu yang lama. “Jadi, hampir semua memiliki pengalaman lama dalam
penjualan bunga,” ujarnya.ย
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-bunga-pondok-gede-layanan-24-jam-2/2012/04/03
Sentra bunga Pondok Gede: Banyak pelanggan (3)
Oleh Fahriyadi – Rabu, 04 April 2012 | 14:48 WIB
Lantaran lokasinya strategis, sentra
penjualan bunga di Pondok Gede, Jakarta Timur cepat populer. Sentra ini
banyak diserbu pelanggan dari korporat maupun pejabat. Biasanya mereka
memesan karangan bunga papan. Order bunga papan ini bisa sampai empat
kali dalam seminggu.
Bagi para pedagang bunga di Pondok Gede,
Jakarta Timur, tempat mereka sekarang mangkal sudah menjadi lokasi ideal
untuk berjualan bunga. Soalnya, di tempat sekarang, mereka sudah
memiliki banyak pelanggan tetap. Apalagi, lokasinya berjualan juga
strategis, hanya 2 kilometer (km) dari rumah sakit dan asrama haji
Pondok Gede.
Sementara dari pintu masuk Taman Mini Indonesia
Indah (TMII) hanya ditempuh sekitar 15 menit. Karena lokasinya
strategis, sentra bunga ini cepat populer.
Pelanggan mereka
banyak berasal dari kalangan korporat maupun pejabat. Menurut Muhammad
Abbas, penjual bunga di sentra itu, banyak perusahaan maupun pejabat
yang memesan karangan bunga darinya.
“Peminat bunga papan ini
mereka yang berkantong tebal. Makanya, penjualan bunga papan menjadi
andalan kami ketimbang bunga hias baik bucket ataupun tangkai,” kata
Abbas.
Biasanya order bunga papan ini bisa empat kali dalam
seminggu. Pemesanan bunga papan bukan hanya untuk ucapan selamat ulang
tahun, pernikahan, atau turut belasungkawa. Tapi juga untuk acara lain,
seperti pelantikan, peluncuran produk, atau peresmian kantor baru.
“Kegiatan semacam ini biasanya juga membutuhkan bunga papan, dan bagi
kami ini berkah,” ucap Abbas.
Lelaki 30 tahun ini mengaku selalu
standby melayani pesanan yang masuk. Kebanyakan, para pelanggan
berdomisili di wilayah Jabodetabek. Untuk daerah Ibukota dan sekitarnya
itu, Abbas tak mengenakan ongkos tambahan. “Kami selalu mengantar bunga
papan dengan menggunakan mobil pickup terbuka dan tak pernah mengirim dengan sepeda motor,” lanjutnya.
Setiap
pesanan bunga papan yang masuk selalu dikerjakan tiga jam sebelum
dikirim. Hal itu dilakukan untuk memastikan bunga tetap fresh
saat sampai ke tujuan. Dengan begitu, pelanggan tetap puas membeli bunga
dari tempat mereka. “Sebisa mungkin kami tidak mengecewakan pelanggan,
karena mereka ini banyak dari kalangan perusahaan dan pejabat,”
ucapnya.
Pemesanan bunga biasanya dilakukan melalui orang utusan.
Sementara pembayarannya via transfer bank. Juju, pedagang bunga di
sentra ini mengamini pernyataan Abbas. Pria yang sudah lima tahun
berjualan di sentra ini mengatakan, banyak pemesan bunga papan berasal
dari perusahaan, pengusaha, dan pejabat.
Juju bilang, meski tak
langsung datang dan hanya mengirim utusannya ke sentra ini, tapi dari
ucapan yang tertulis sudah tergambar jelas pengirimnya. “Saya tak ingin
menyebut nama, tapi nama pengirim dan yang dikirim cukup familiar,”
tandasnya.
Menurut Juju, tak jarang pelanggan menghubungi tokonya
karena ingin mengirim bunga untuk koleganya yang berdomisili di daerah
Pondok Gede dan sekitarnya.
Muhammad Badri, pemilik Indau
florist menyatakan, banyak pelanggan mengenal sentra ini dari relasi
atau dari internet. Pasalnya, beberapa pedagang sudah mulai memajang
tokonya lewat dunia maya. “Umumnya pelanggan karangan bunga papan orang
sibuk, mereka hanya ingin angkat telpon, transfer uang dan bunga segera
dikirim,” ujarnya.
Ketiganya sepakat, meski bisnis bunga
menguntungkan namun bisnis ini tidak mudah dijalankan. Bisnis bunga
cukup berisiko bagi yang buta dan nihil pengalaman tentang bunga.
“Modalnya besar dan perputaran uangnya cukup lama di tahun-tahun awal,”
jelas Abbas.
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sentra-bunga-pondok-gede-banyak-pelanggan-3/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

























