berusaha untuk menjauhi setiap perbuatan dosa besar dan juga dosa kecil. Cuma
saja terkadang mendapat godaan untuk
berbuat dosa. Ini bisa terjadi, diantaranya karena :
selalu mendorongnya kepada keburukan. Allah berfirman :
النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي
غَفُورٌ رَحِيمٌ
(menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu
mendorong kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabb-ku.
Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S Yusuf 53).
bisa menemaninya di neraka yaitu sebagaimana yang Allah firmankan :
أَجْمَعِينَ
الْمُخْلَصِينَ
akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya. Kecuali hamba hamba-Mu yang ikhlas
(terpilih) diantara mereka. (Q.S Shaad 82-83).
hawa nafsu dan lawanlah godaan syaitan, yaitu dengan memohon pertolongan serta
perlindungan kepada Allah Ta’ala. Jangan sampai berbuat dosa sekecil apapun.
Sebab dosa kecil bisa menjadi besar jika sering dilakukan. Bukankah gunung
gunung batu berasal dari butiran butiran pasir yang menyatu dengan kuat.
orang ada yang berkata :
Biarpun kecil tetapi kalau sering dilakukan dan merasa nikmat dengannya maka
tak terasa akhirnya berpindah untuk melakukan dosa besar yang membahayakan
dunia dan akhiratnya.
saya berhenti dari dosa ini dan segera bertaubat. Bukankah Allah Maha Pengampun
dan Maha Penerima Taubat.
Allah berfirman :
Maha Penyayang. (Q.S al Baqarah 54).
berat. Buktinya sangatlah banyak manusia yang belum bertaubat meskipun DIA
SANGAT MENGETAHUI BAHWA BERTAUBAT ITU SANGATLAH BAIK.
sangat penting untuk diketahui oleh orang orang yang (sengaja) berbuat dosa
lalu berangan angan untuk berhenti dari perbuatan maksiatnya dan segera ingin
bertaubat.
: Tak ada yang menjamin bahwa seseorang
akan mau atau bisa berhenti dari dosa dan kemaksiatan yang dlakukannya. kebanyakan orang yang melakukan maksiat ini sangat menikmati perbuatan buruknya
sehingga ketagihan. Lalu berpindah dari satu maksiat kemaksiat lain yang lebih
besar.
: Tak ada yang menjamin seseorang yang sedang bergelimang dalam kemaksiatan
masih ada kesempatan baginya untuk bertaubat karena :
melakukan maksiat dan belum sempat bertaubat. Keadaan seperti ini sangatlah
banyak contohnya. Akhirnya jadilah dia orang yang merugi dan penuh penyesalan.
maksiat yang dilakukannya, sehingga tak ada keinginan untuk benar benar bertaubat.
diri dari dosa dan maksiat dan banyak melakukan amal shalih. Sementara itu dia
harus memohon ampun dan bertaubat pula setiap saat. Ini tentu mudah dilakukan
dengan pertolongan dan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
bin Yaman. Dia berkata : Sesungguhnya kebenaran
itu berat, namun meski berat kebenaran itu mudah diterima. Dan
sebaliknya kebathilan itu ringan namun meskipun ringan kebathilan itu besar
bahayanya.
ATAU LEBIH BAIK DARI MEMINTA TAUBAT SETELAHNYA. Dan betapa banyak (manusia) karena
menuruti syahwat yang hanya sesaat, namun mengakibatkan kesedihan yang
berkepanjangan. (Kitab az Zuhud, Ibnul Mubarak).
Wallahu A’lam. (1.392)





































