Saat
ini, istilah “investment grade” sering terdengar di telinga kita.
Maklum, baru-baru ini Indonesia kembali menyandang negara dengan investment grade
dari Fitch Ratings. Fitch merupakan lembaga pemeringkat internasional
yang mengeluarkan peringkat tingkat investasi negara-negara di dunia.
Pada tahun ini, Indonesia yang dahulu BB+ menjadi BBB-. Tahukan Anda apa itu investment grade? Investment grade
merujuk kepada sebuah peringkat atau rating yang menunjukkan utang
pemerintah atau perusahaan memiliki risiko yang relatif rendah dari
peluang default atau gagal bayar, sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Lembaga
yang memberikan peringkat utang, seperti Standard & Poors, Moodys
Investor Services dan Fitch Ratings menggunakan peringkat yang berbeda,
namun dengan memakai simbol huruf seperti ‘A’, ‘B’ atau ‘C’ untuk
mengidentifikasi peringkat kualitas kredit suatu perusahaan atau negara.
‘AAA’ dan ‘AA’ (kualitas kredit yang tinggi) dan ‘A’ dan ‘BBB’
(kualitas kredit menengah) dianggap masuk kriteria investment grade.
Peringkat kredit dengan sebutan (‘BB’, ‘B’, ‘CCC’, dan lain-lain)
dianggap kualitas kredit yang rendah. Untuk obligasi, jika mendapatkan
peringkat yang rendah kerap disebut sebagai “obligasi sampah” atau junk bond. Peringkat investment grade
biasanya diberikan kepada suatu negara yang memiliki fundamental
ekonomi kuat, stabilitas politik dalam jangka panjang solid, dan
memiliki manajemen anggaran pemerintah serta kebijakan moneter yang
prudent atau berhati-hati. Ini umumnya ditandai dengan defisit anggaran
yang rendah, rasio utang yang rendah, dan inflasi yang terkendali. Jika lembaga pemeringkat menyatakan penurunan peringkat dari investment grade
akan sangat bermasalah karena dapat mempengaruhi surat utang pemerintah
atau obligasi perusahaan serta kepercayaan investor. Sebaliknya,
kenaikan peringkat ke level investment grade dianggap
sebagai penanda bahwa tingkat kepercayaan terhadap suatu negara
meningkat, sehingga investor berpeluang memindahkan dana dari instrumen
investasi jangka pendek (seperti saham) ke instrumen jangka panjang
investasi asing langsung. (*/dari berbagai sumber) |