orang beriman akan diuji dengan berbagai masalah dalam kehidupannya. Allah
berfirman :
لَا يُفْتَنُونَ
اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, KAMI TELAH
BERIMAN DAN MEREKA TIDAK DIUJI ?. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang
sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti
mengetahui orang oang yang berdusta. (Q.S al Ankabut 2-3)
وَأَنْفُسِكُمْ
hartamu dan dirimu (Q.S Ali Imran 186).
harus diuji harta dan jiwanya atau anak keturunan dan keluarganya. Seorang
mukmin juga harus diuji tingkat keagamaannya. Jika agamanya kuat maka akan bertambah
pula cobaan yang akan diterimanya. (Tafsir Ibnu Katsir).
seorang manusia melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk
mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya. Dan ia akan diuji pula dengan
musibah untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar
menghadapi ujian tersebut.
berfirman :
مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S al Baqarah 155).
sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah
mengajarkan cara terbaik dalam menghadapi setiap masalah bagi orang orang
beriman, yakni minta tolong kepada Allah Ta’ala dengan sabar dan shalat. Allah Ta’ala
berfirman:
وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S al Baqarah 153).
memerintahkan kepada mereka untuk meminta pertolongan dalam (menyelesaikan)
segala urusan mereka baik dunia maupun akhirat dengan :
dalam segala bentuknya. Yaitu : (a) Kesabaran dalam ketaatan kepada Allah
hingga dia mampu menunaikannya. (b) Kesabaran dalam kemaksiatan hingga dia
menghindarinya, dan (c) Kesabaran dalam menghadapi takdir takdir Allah yang
(bisa jadi) menyakitkan agar dia tidak mengecamnya.
itu dengan kesabaran dan menahan diri terhadap yang diperintahkan oleh Allah
untuk bersabar atasnya adalah sebuah pertolongan yang besar dalam setiap
perkara dari perkara perkara yang ada. Dan barang siapa yang bersabar Allah
Ta’ala akan membuatnya sabar.
juga dengan shalat yang merupakan patokan dari suatu keimanan dan melarang
dari perbuatan keji dan mungkar DAN
DAPAT DIJADIKAN PENOLONG DALAM SEGALA PERKARA KEHIDUPAN. (Tafsir Taisir
Karimir, dengan diringkas)
‘alaihi Wasalam ketika menghadapi kesulitan besar dalam perang Ahzab. Pada waktu itu kota Madinah
dikepung oleh sekitar 10.000 pasukan sekutu yang dimotori kafir Quraisy dibawah
komando Abu Sofyan.
malam perang Ahzab, saya menemui Rasulullah dan senantiasa beliau shalat dan
menutup tubuhnya dengan jubah. Hudzaifah juga berkata : “Inna nabiyyu
salallahu ‘alaihi wasalam idzaa hazabahu amrun shalla” Nabi salallahu ‘alaihi wasallam apabila
dirundung masalah maka beliau
mengerjakan shalat”. (H.R Imam Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh al Albani).
itu maka orang orang yang beriman sangatlah dianjurkan untuk bersabar dan
shalat ketika menghadapi kesulitan dan berbagai masalah. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.373)





































