secara istilah diantaranya adalah
sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim : Syukur adalah menunjukkan
adanya nikmat Allah pada dirinya yaitu :
lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi
nikmat.
kecintaan kepada Allah.
anggota badan, yaitu berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. (Madarijus
Salikin)
banyak kepada manusia. Dan Allah
memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman
:
مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ
كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
yang telah diberikan Allah kepadamu. DAN SYUKURILAH NIKMAT ALLAH, jika kamu
hanya menyembah kepada-Nya. (Q.S an Nahl 114)
tak bersyukur dengan adzab sebagaimana firman-Nya :
تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ
إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
(ingatlah) ketika Rabb-mumemaklumkan; sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya
Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)
maka pasti adzab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim 7).
untuk bisa bersyukur kepada Allah Ta’ala. Satu diantaranya adalah dengan banyak berdoa memohon dijadikan
hamba yang bersyukur. Diantara doa yang
dianjurkan adalah :
Disebutkan dalam surat an Naml 19
نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ
صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
untuk terus mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan
kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebaikan yang Engkau ridhai,
dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba hamba-Mu yang
shalih.
riwayat Abu Dawud.
Muadz bin Jabbal :
وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
mohon pertolongan agar aku selalu ingat kepada Engkau, agar aku selalu bersyukur kepada Engkau dan agar aku beribadah
kepada Engkau dengan baik. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud).
Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.369)





































