Sebagian
besar pemilik usaha berpendapat bahwa untuk meningkatkan usaha, mereka
harus menaikkan pemasukan. Menaikkan pemasukan merupakan cara terbaik
untuk meningkatkan bisnis Anda. Ternyata, hal tersebut bukan
satu-satunya cara. Pengelolaan keuangan yang tepat tidak hanya
mengenai menghasilkan pemasukan dan menaikkan modal tetapi juga secara
positif dapat dipengaruhi oleh pengendalian biaya dan pengeluaran yang
terkelola. Maka dari itu, tujuannya ialah mewujudkan hasil yang besar
untuk waktu dan modal yang Anda investasikan dalam bisnis Anda. Sekarang
ini diperlukan uang untuk menghasilkan uang dan itulah mengapa bisnis
harus mengeluarkan biaya–terutama untuk barang-barang yang menghasilkan
lebih banyak untung daripada biaya. Entrepreneur.com memberikan
contoh, pengeluaran untuk barang-barang untuk keperluan pemasaran dan
pengembangan akan menghasilkan lebih banyak untung bagi usaha daripada
membeli sebuah mobil mewah bagi wakil pimpinan yang baru. Ingat bahwa
perusahaan yang baik menghabiskan uang untuk alasan-alasan yang sangat
spesifik dan mengharapkan hasil-hasil yang sangat spesifik pula
sementara perusahaan yang buruk hanya bisa menghabiskan uang. Hal
pertama yang semestinya dipikirkan oleh seorang pemilik usaha ialah
keuntungan apa yang akan mereka harapkan dari pembelian mereka. Untuk
menumbuhkan usaha, Anda mengeluarkan uang untuk produksi, pemasaran,
peralatan, dan biaya sampingan lain tetapi Anda juga harus mengerti
bagaimana pembelanjaan itu akan mengembalikan jumlah yang Anda
belanjakan dan juga memberikan pendapatan tambahan. Jika Anda
membelanjakan Rp 20 juta untuk kampanye pemasaran tetapi hanya mendapat
peningkatan laba sebesar Rp 2 juta–Anda hanya membuang uang–uang yang
sebenarnya lebih baik dibelanjakan untuk proyek lainnya atau di
investasi lainnya. Pikirkan dengan cara sebagai berikut–Anda
tidak pergi keluar dan membeli sebuah mesin fax untuk kantor Anda dan
hanya membiarkannya tergeletak di sana tertutup debu. Anda ingin membuat
aset tersebut bekerja untuk Anda. Dengan meningkatkan pendapatan Anda
(yaitu mendapatkan pesanan lebih cepat atau mengirimkan tagihan lebih
cepat sehingga Anda dapat dibayar lebih cepat) atau menghemat waktu
Anda (waktu adalah uang) dengan meningkatkan operasi Anda atau dengan
tidak harus pergi ke tempat lain hanya untuk mengirim dokumen melalui
fax. Uang juga aset yang harus digerakkan dan tidak hanya digeletakkan
tertutup debu atau terbuang untuk proyek-proyek yang tidak membawa lebih
banyak pemasukan daripada biaya. Selanjutnya, pembelanjaan
apapun seharusnya hanya dilakukan jika ia dapat meningkatkan inti usaha
Anda (yang berarti bagaimana usaha menghasilkan uang)–hal lain hanyalah
sampah. Akhirnya, pembelanjaan untuk pembelian yang menghasilkan
laba yang lebih besar bukan satu-satunya pilihan dalam peningkatan
usaha. Andaikan usaha Anda terjebak pada titik harga Rp 100 ribu per
unit. Harga ini telah ditetapkan dalam industri Anda dan kenaikan apapun
pada bagian Anda hanya akan membuat pelanggan Anda berpaling. Sekarang
ini batas pendapatan bersih Anda atau jumlah yang Anda tarik keuntungan
dari tiap barang yang terjual ialah sebesar Rp 5.000. Namun, dengan
memusatkan pada cara-cara untuk meningkatkan biaya (biaya-biaya materi
yang dikurangi, biaya sampingan yang dikurangi seperti gaji atau sewa
atau hanya dengan menemukan perbaikan dalam pemasaran dan pembelanjaan
administratif lain) juga dapat meningkatkan arus kas bisnis Anda dan
akhirnya meningkatkan laba. Bila biaya sampingan Anda misalnya 95% dari
margin kotor Anda dan Anda menemukan kenaikan biaya lain sebesar,
misalnya, 5%, laba Rp 5.000 per barang Anda akan secara signifikan
menambah atau naik dua kali lipat hampir mencapai Rp 9.750. Tidak
terlalu buruk jika yang Anda harus lakukan hanyalah mengendalikan
pembelanjaan sembari melayani nomor pelanggan yang sama dengan produk
yang serupa. Singkatnya, pembelanjaan hanya untuk pembelanjaan
bukanlah praktik bisnis yang disarankan. Selain itu, sebagian besar
barang yang usaha Anda akan beli tidak mampu bertahan hingga jangka
waktu yang dijanjikan. Saat mempertimbangkan kebiasaan pembelanjaan
usaha Anda, ingat selalu bahwa jika pembiayaan modal usulan Anda tidak menghasilkan
minimal jumlah yang sama, berarti itu tidaklah cukup bermanfaat untuk
dilakukan. Kedua, pengelolaan biaya yang lebih baik dapat menjadi cara
yang lebih baik untuk menambah laba terutama dalam situasi ekonomi di
mana pembelanjaan konsumen secara keseluruhan mengalami penurunan. |