B. Chaniago
terbaik karena mereka menegakkan amar ma’ruf dan melarang kepada yang
mungkar. Allah Ta’ala berfirman :
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan
mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.
meninggalkan amar ma’ruf dan tak melarang kepada kemungkaran ?. Sungguh ini
akan mendatangkan kerugian, bahaya besar serta adzab bagi mereka. Diantaranya
adalah :
dikabulkan doa ataupun permohonan.
sebagaimana sabda Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ
عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلاَ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ
yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar
ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh
Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa
kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Azza
wa Jalla tidak mengabulkan doa kalian. (HR Ahmad dan at-Tirmidzi dan
dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’)
atas menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar
permintaannya tidak dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla . Nah sekiranya
permintaan dan doa kita tak dikabulkan Allah Ta’ala lalu kemana lagi kita akan
memohon. Sungguh hanya Allah Ta’ala saja yang bisa memenuhi permintaan dan doa
orang orang beriman.
Mendapat laknat dari Allah Azza wa Jalla .
terjadi pada umat sebelum umat ini yaitu Bani Isra’il yaitu sebagaimana telah
disebutkan dalam firman Allah Ta’ala :
دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا
يَفْعَلُونَ
kafir dari Bani Israil telah dilaknat dengan lisan Dawud dan Isa putera Maryam.
Hal itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampauhi batas. Mereka satu sama
lain senantiasa tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat,
sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (Q.S al Maidah 78-79).
mengabarkan kepada hamba-hamba Nya yang beriman perihal kemaksiatan yang
menyebabkan mereka (orang-orang kafir itu) tertimpa dengan hukuman. Yaitu
mereka melakukan kemungkaran dan tidaklah ada seorang pun dari mereka yang mencegah
saudaranya dari kemaksiatan yang dilakukan. Maka, para pelaku kemungkaran dan
orang yang membiarkannya mendapatkan hukuman yang sama.
Ja’far ath Thabari rahimahullah dalam tafsirnya berkata : Dahulu orang-orang
Yahudi dilaknat Allah Ta’ala karena mereka tidak berhenti dari kemungkaran yang
mereka perbuat dan sebagian mereka juga tidak melarang sebagian lainnya (dari
kemungkaran tersebut). Tafsir ath Thabari.
rahimahullah berkata : Ayat di atas (juga) menunjukkan larangan duduk dengan
orang-orang yang berbuat kemungkaran dan mengandung perintah untuk meninggalkan
dan menjauhi mereka. (Tafsir al Qurthubi)
jelaslah dari ayat di atas bahwa
meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar merupakan hal yang akan mengundang kemurkaan
dan kemarahan Allah Ta’ala. Syaikh Salîm al Hilali hafizhahullah mengomentari
ayat tersebut dengan ucapan beliau : Ayat ini menerangkan bahwa meninggalkan
amar ma’ruf nahi munkar adalah perkara yang mendatangkan kemarahan dan laknat
Allah. Nasalullah al ’afiyah. (Bahjatun Nazhirin)
Mendatangkan adzab bagi manusia secara umum.
Ta’ala telah menjelaskan hal ini dalam firman-Nya :
لاَ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ
شَدِيدُ الْعِقَابِ[
tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kalian. Ketahuilah
bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Q.S al Anfal 25)
Baghawi menukil perkataan Ibnu Abbas :
Allah Ta’ala telah memerintahkan orang-orang mukmin untuk tidak membiarkan
kemungkaran di hadapan mereka. Jika tidak, Allah akan meratakan adzab atas
mereka. Adzab ini akan menimpa orang zhalim maupun yang tidak zhalim.
Sa’di berkata : Akan tetapi adzab menimpa PELAKU KEZHALIMAN DAN SELAINNYA. Hal
itu (terjadi) jika kezhaliman muncul dan tidak dirubah maka adzabnya akan
menimpa pelaku (kezhaliman) dan selain mereka. Untuk menghindari fitnah ini
adalah dengan melarang kemungkaran dan melawan para pengusung kejahatan dan
kerusakan serta tidak memberi mereka peluang untuk berbuat dosa dan kemaksiatan
sebisa mungkin. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي، عَمَّهم
اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ”. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَا فِيهِمْ
أُنَاسٌ صَالِحُونَ؟ قَالَ: “بَلَى”، قَالَتْ: فَكَيْفَ يَصْنَعُ أُولَئِكَ؟
قَالَ: “يُصِيبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسُ، ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى مَغْفِرَةٍ
مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ”
Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Bila perbuatan perbuatan maksiat di tengah umatku telah nyata, maka Allah akan
menimpakan adzab-Nya kepada mereka secara merata. Ia berkata, lalu aku
bertanya, Wahai Rasulullah, bukankah di tengah mereka itu ada orang-orang yang
shalih.?’ Beliau menjawab : Benar.
orang-orang menimpa mereka juga, kemudian nasib akhir mereka mendapatkan
ampunan dan keridhaan dari Allah.
Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah
dan kekuatan kepada kita untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang kepada
yang mungkar. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam.
(1.320)






































