Setiap
perusahaan bergantung kepada sebuah jejaring hubungan yang rumit yang
memungkinkannya untuk menjalankan kegiatan bisnis. Sebagian hubungan ini
bisa diubah menjadi kemitraan yang signifikan. Setelah
pendirian Apple di tahun 1976 bersama Steve Wozniac dan pelaksanaan go
public di tahun 1980, Steve Jobs diistirahatkan dari tugas manajerialnya
dalam sebuah perdebatan sengit dalam dewan direksi di tahun 1985 dan
mengundurkan diri dari Apple yang telah ia dirikan. Dua belas tahun
kemudian, saat usaha Jobs berikutnya dibeli oleh Apple, Jobs tampil
kembali sebagai CEO Apple. Salah satu tindakan pertamanya ialah
menyusun sebuah kemitraan strategis dengan raksasa software Microsoft,
yang menjadi lawan Apple dalam berbagai perselisihan hukum hak paten
yang melelahkan dan memboroskan anggaran. Di tahun 1997 Steve Jobs
tampil di panggung untuk menyampaikan salah satu pidatonya yang
terkenal. “Kini, saya ingin berbicara tentang kemitraan yang
bermakna. Apple hidup dalam sebuah ekosistem dan ia membutuhkan bantuan
dari mitra lain. Ia harus membantu mitra lain. Dan hubungan yang
destruktif tidak bisa membantu siapapun dalam industri ini sebagaimana
yang terjadi saat ini. Sehingga selama beberapa minggu terakhir ini,
kami telah mengkaji beberapa kemitraan dan salah satunya telah muncul
sebagai sebuah hubungan yang tidak terlalu baik tetapi tetap memiliki
potensi, menurut saya, untuk menjadi lebih solid bagi kedua perusahaan.
Dan saya hendak memberitahukan tentang salah satu kemitraan pertama kami
hari ini sebuah kemitraan yang sangat bermakna. Dan kemitraan tersebut
merangkul Microsoft. Dalam kesempatan itu, Jobs menambahkan,
“Kami telah melupakan pemikiran bahwa Apple harus menang dan Microsoft
harus kalah. Era persaingan antara Apple dan Microsoft telah selesai
menurut saya. Ini mengenai bagaimana membuat Apple lebih sehat dan
tentang kemampuan Apple untuk membuat kontribusi besar kepada industri
komputer, untuk menjadi sehat dan tumbuh kembali.” Dalam pasar
yang sama, Louis Gerstner dari IBM memutuskan bahwa IBM harus keluar
dari pengembangan software dan “berhenti menipu diri sendiri tentang
kecakapan kami dalam bidang ini”. “Apa yang kami katakan kepada
mereka ialah, ‘Kami akan berikan pasar ini kepada Anda; kami akan
menjadi mitra daripada pesaing; kami akan bekerjasama dengan Anda untuk
memastikan aplikasi Anda berjalan dengan baik di piranti keras kami dan
kami akan mendukung aplikasi Anda dalam kelompok layanan kami’. Dan
daripada sekadar makan siang dengan mereka dan berkata ‘mari bermitra’,
kami menyusun komitmen rinci, target pemasukan dan andil, dan pengukuran
yang harus disetujui oleh kedua pihak.” Terdapat banyak
kemitraan bermanfaat yang mungkin dibangun dengan perusahaan yang
memiliki kepentingan yang sama: fasilitas yang sama; pasar yang sama;
rantai suplai yang sama. Berpikirlah secara lateral tentang
perusahaan-perusahaan yang berpotensi memberikan manfaat bagi perusahaan
Anda dalam jangka panjang. Hal ini termasuk badan-badan pendidikan,
kelompok konsumen, museum dan pameran. Berpikirlah besar. Cari kemitraan
yang besar yang memungkinkan Anda untuk menghadapi pasar dengan lebih
kuat bersama-sama daripada saat Anda dalam hubungan seperti sekarang. Pertimbangkan
untuk melupakan beberapa hal. Mungkin sebuah mitra baru bisa memberikan
beberapa aspek layanan yang ada dengan lebih baik dari yang Anda bisa
lakukan. Saat Anda membangun kemitraan baru, bersikaplah spesifik.
Tentukan komitmen, target dan pengukurannya. (*/Akhlis) |