Ramadhan yaitu kesempatan yang sangat agung bagi orang orang beriman untuk
melaksanakan puasa fardhu dan melaksanakan berbagai amal shalih yang nilainya
dilipat gandakan.
adalah melaksanakan perintah Allah agar mendapatkan predikat takwa. Allah berfirman :
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
kepada kamu untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum
kamu, MUDAH MUDAHAN KAMU MENJADI ORANG YANG BERTAKWA. (Q.S al Baqarah 183).
dalam surat al Baqarah ayat 183 diterjemahkan dengan mudah-mudahan. Mudah
mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa mempunyai dua kemungkinan yaitu bisa dapat
takwa bisa juga tidak meskipun zhahirnya seseorang itu melaksanakan puasa.
telah mengingatkan kita bahwa ada manusia berpuasa yang hanya memperoleh lapar dan haus saja. Beliau
bersabda
الجُوْعُ وَالعَطَشُ
namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan
dahaga. (H.R ath Thabrani, Syaikh al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib
no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shhih ligairihi, yaitu shahih dilihat dari
jalur lainnya).
semua orang yang berpuasa mendapat
predikat takwa tapi ada yang hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Beliau bahkan menyebut dengan kata rubba dalam hadits ini. Dalam bahasa Arab rubba
bukan bermakna satu atau dua tetapi
menunjukkan jumlah yang banyak.
dan selalu berusaha untuk menjadi orang bertakwa yang salah satunya didapat
melalui berpuasa di bulan Ramadhan.
setiap Ramadhan dengan ibadah ibadah
bermanfaat terutama shaum Ramadhan serta ibadah lainnya yaitu ikhlas karena Allah Ta’ala dan mencontoh
atau mengikuti cara yang diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan hamba hamba Allah haruslah berbaik sangka dan
selalu bermohon kepada Allah Ta’ala agar mendapat predikat takwa melalui shaum Ramadhan.
Wallahu A’lam. (1.300)





































