menekankan umatnya untuk selalu menjaga dan mempererat persaudaraan diantara
mereka. Dan memang sesungguhnya orang beriman adalah bersaudara, sebagaimana
firman-Nya :
ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah
kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S al Hujurat 10).
mengharuskan orang orang mencintai saudaranya sebagaimana mereka mencintai diri
mereka sendiri serta tidak menyukai apapun yang mengenainya sebagaimana diri
mereka sendiri tidak suka terkena hal itu. (Ini sebagaimana disebutkan dalam
Shahih Muslim no. 1728). Lihat Tafsir Taisir Karimir Rahman.
agar orang orang muslim jangan berpecah belah ataupun bercerai berai,
sebagaimana firman-Nya :
تَفَرَّقُوا
(agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai. (Q.S Ali Imran 103).
bagaimana seharusnya keadaan persaudaraan sesama orang beriman. Dari Abu Musa,
dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda :
كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا» وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’
Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
dapatlah kita mengetahui bahwa orang beriman itu bersaudara dan menjadi
kewajiban bagi orang beriman untuk bersungguh sungguh menjaga persaudaraan itu.
yang saling berpecah belah baik antara satu pribadi dengan pribadi yang lain, antara satu keluarga
dengan keluarga yang lain. Juga terjadi antara satu kelompok dengan kelompok
lainnya. Akibatnya adalah menimbulkan
konflik bahkan permusuhan yang sama sama tidak kita inginkan.
persatuan dan kekuatan kaum muslimin. Pada gilirannya musuh musuh Islam akan mudah untuk menguasai
kaum muslimin dalam berbagai aspek kehidupan.
di kalangan kaum muslimin adalah : (1) Salah paham dengan ucapan seseorang atau
kelompok. (2) Tidak menjaga lisan sehingga membuat muslim yang lain
tersinggung. Jika telah tersinggung lalu menganggap muslim yang menyinggungnya sebagai musuh. (3) Sengaja atau tidak, berlaku
zhalim kepada saudara sesama muslim dan sebab sebab lainnya.
persaudaraan sesama muslim, maka diantara kuncinya adalah MEMELIHARA SIKAP SUKA
SALING MEMAAFKAN. Ketahuilah bahwa sikap
suka memaafkan sangatlah terpuji dalam syariat Islam. Bahkan suka memaafkan merupakan salah satu sikap
orang bertakwa. Allah berfirman :
وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S Ali Imran 134)
saudaranya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Pahalanya dijamin oleh Allah
Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا
يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
yang setimpal tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang
berbuat buruk) maka pahalanya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang
orang yang zhalim. (Q.S asy Syura 40).
: Hendaklah setiap orang memiliki sifat mudah memaafkan yang lain. Tidak
semua isu yang sampai ke telinganya ia terima mentah mentah. Lantas dia
membenci orang yang menyuarakan isu yang tidak menyenangkan itu.
Allah Ta’ala sangat menyukai orang yang memiliki sikap mulia tersebut, yang
mudah memaafkan orang lain. Lantaran itu, ia akan diberi ganjaran. Karena jika
dibalas dengan saling mempermalukan dan menjatuhkan pasti konflik yang terjadi
tak kunjung
rampunglah perselisihan yang sedang berkecamuk. (Syarh Riyadhus Shalihin)
suka memaafkan manusia adalah memperoleh ampunan Allah Ta’ala. Allah berfirman :
تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
dada. Apakah kamu tidak menginginkan Allah mengampunimu dan Allah Maha Pengasih
dan Maha Penyayang. (Q.S an Nur 22)
Bakar Abu Zaid antara dijelaskan bahwa : Ayat ini turun berkenaan dengan sumpah
Abu Bakar ash Shiddiq bahwa dia
lagi, pen.) kepada kerabatnya (diantaranya adalah Misthah bin Utsasah) ataupun
orang lain (karena kesalahan mereka, pen.) yang terlibat dalam menyiarkan dan
menyebarkan berita bohong tentang fitnah yang keji yang ditujukan kepada Aisyah
putri beliau. Maka turunlah ayat ini (an Nur 22, pen.),
melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, menyuruh berlapang dada terhadap
mereka.
berlapang dada dan saling memaafkan diantara mereka. Jika seorang muslim mau
saling memaafkan maka agar terhindarlah sebab sebab yang membuat perpecahan
diantara mereka dan persaudaraan akan semakin erat.
Wallahu A’lam. (1.273)






































