SHALIH
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari adzab neraka. (Q.S al Baqarah
201).
kepada Allah Ta’ala agar diberi kebaikan (hidup) di dunia dan juga di akhirat.
mengharapkan kebaikan bagi dirinya lalu dia terus berdoa memohon kepada Allah
Ta’ala tentulah sangat baik. Tapi
ketahuilah bahwa berdoa saja tidaklah
cukup. Semua harus dibarengi dengan usaha.
dunia dan di akhirat adalah IMAN DAN AMAL SHALIH. Sungguh Allah Ta’ala telah
menegaskan hal ini dalam firman-Nya :
فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ
مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S an
Nahal 97).
orang yang mengerjakan amal shalih yaitu amal yang mengikuti Kitab Allah Ta’ala
dan Sunnah Rasul-Nya, baik laki maupun perempuan yang hatinya beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya. Amal yang diperintahkan itu telah disyariatkan dari sisi Allah
yaitu Dia akan memberinya kehidupan yang baik di dunia dan akan memberikan
balasan di akhirat kelak dengan balasan yang lebih baik dari pada amalnya.
Kehidupan yang baik itu mencakup seluruh bentuk ketenangan, bagaimanapun
wujudnya. (Tafsir Ibnu Katsir).
menyebutkan balasan bagi orang yang berbuat baik, (balasan) di dunia dan di
akhirat. “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman”. Sesungguhnya keberadaan iman menjadi
syarat sah dan diterimanya amal shalih. Bahkan tidak bisa disebut amal shalih
kecuali disertai dengan keimanan.
amalan amalan anggota badan, baik perbuatan wajib maupun yang Sunnah.
Barangsiapa yang mengkombinasikan antara iman dan amal shalih, “Maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” Hal tersebut adalah dengan pemberian ketentraman
hati dan ketenangan jiwa serta tiada menoleh kepada objek yang mengganggu
hatinya dan Allah memberinya rizki yang halal lagi baik dari arah yang tiada
disangka sangkanya.
mereka kerjakan”, berupa aneka ragam kenikmatan (surgawi) yang tidak pernah
dilihat oleh pandangan mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak
pernah terbetik di dalam hati manusia.
Maka Allah memberinya kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. (Tafsir
Taisir Karimir Rahman).
bagi orang orang yang beriman dan beramal shalih, sebagaimana firman-Nya :
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ
ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ
مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam
surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada
kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di
dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (Q.S al
Baqarah 25).
dan senantiasa melakukan berbagai amal shalih sebagaimana yang diajarkan
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Sungguh inilah kunci kebaikan di dunia
dan di akhirat.







































