![]() |
| Rumah Kontrakan |
PELAKU UKM. Bisnis apa yang tingkat permintaannya terus meningkat setiap tahunnya? Bisnis rumah kontrakan dan kos-kosan adalah satunya. Dengan jumlah penduduk terpadat ke lima di dunia, Indonesia merupakan negara dengan prospek yang sangat menjanjikan untuk bisnis rumah kontrakan dan kos-kosan.
Jujur saja, bisnis ini memang bukan sebuah bisnis yang murah, alias membutuhkan modal yang cukup besar, dengan besaran yang relatif tentunya, tergantung dari lokasi, konsep, luas lahan, serta segmen pasar yang ditargetkan. Namun satu hal yang pasti, bahwa bisnis ini menjanjikan sebuah peluang usaha yang bisa mendatangkan keuntungan pasti secara periodik dan sangat mungkin untuk berkembang serta berekspansi sehingga semakin melipatgandakan keuntungan bagi Anda yang menekuni bisnis ini.
Lokasi bukan sebuah masalah
Penentuan lokasi menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam bisnis ini. Lokasi-lokasi yang dekat dengan kampus, pusat perbelanjaan, atau pusat bisnis merupakan lokasi yang pas bagi Anda untuk menjalankan bisnis ini. Umumnya penyewa adalah para mahasiswa/mahasiswi, atau karyawan perantau serta pasangan yang baru menikah.
Ini bisa dimaklumi, karena mahasiswa biasanya berasal dari luar daerah, sehingga membutuhkan tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari kampus mereka. Juga untuk karyawan yang tengah merantau, atau pasangan baru menikah yang biasanya masih menata ekonomi keluarganya, lokasi yang dekat dengan tempat kerja pastinya menjadi salah satu pertimbangan sebab dinilai bisa mengurangi pengeluaran biaya transportasi.
Catatan bagi Anda menyangkut penentuan lokasi, bahwa biasanya lahan di seputaran kampus, pusat perbelanjaan, atau pusat bisnis biasanya harganya juga cukup mahal. Namun kabar baiknya adalah, sekarang ini penentuan lokasi nampaknya sudah tidak lagi penting. Memang harus diakui bahwa lokasi-lokasi di seputaran area tadi merupakan “lahan basah” bagi bisnis ini, tapi harus diakui pula bahwa persaingan bisnis di area tersebut juga sangat tinggi. Keterbatasan lahan, biaya pembangunan, serta izin pembangunan juga patut menjadi bahan pertimbangan Anda.
Sekarang ini lokasi sudah tidak terlalu menjadi bahan pertimbangan utaa bagi penyewa, karena jarak tempuh ke tempat beraktifitas sehari-hari saat ini sudah bisa diatasi dengan motor.
Konsep
Meski pada dasarnya rumah kontrakan dan kos-kosan mempunyai fungsi yang sama, namun tetap saja mempunyai perbedaan konsep yang signifikan. Pada rumah kontrakan, yang disewakan adalah rumah, yakni sebuah bangunan rumah dengan ruanganruangan tertentu sebagai pelengkap seperti rumah pada umumnya. Sedikit berbeda dengan rumah kontrakan, kos-kosan bisa dibilang bisnis minimalis dari rumah kontrakan, karena yang disewakan biasanya hanya terdiri dari 1 atau 2 ruangan. Tidak jarang hanya berupa kamar saja.
Rumah kontrakan ini biasanya diminati oleh para pasangan yang baru menikah. Mereka memilih rumah kontrakan ketimbang kos-kosan karena dinilai bisa lebih memberikan privasi kepada mereka. Untuk konsep kos-kosan ini lebih banyak diminati oleh karyawan serta mahasiswa/mahasiswi, karena selain lebih murah juga karena pertimbangan bahwa mereka hanya membutuhkan sebuah tempat untuk beristirahat, sebab sebagian besar kegiatannya lebih banyak dilakukan di kampus atau di tempat kerja.
Jadi, Anda tinggal melihat peluang mana yang lebih berpotensi bagi lokasi yang Anda pilih. Jika lokasinya tidak terlalu jauh dengan area tadi, maka konsep kos-kosan bisa lebih menjanjikan. Untuk lokasi yang agak jauh dari pusat aktifitas, rumah kontrakan biasanya mempunyai peluang yang lebih baik.
![]() |
| Kos-kosan |
Kos-kosan lebih minimalis
Kelompok orang-orang yang menjadi sasaran bisnis kos-kosan ini adalah orang-orang pendatang yang mempunyai kegiatan lebih banyak di tempat kerja, serta umumnya belum bekeluarga. Orang-orang ini cenderung lebih memilih kos-kosan sebagai tempat tinggal sementara bagi mereka ketimbang rumah kontrakan.
Pertimbangannya utama biasanya harga, fungsi, dan jarak. Kos-kosan memang umumnya lebih murah daripada rumah kontrakan, karenanya mahasiswa/mahasiswi, karyawan kantor/pabrik lebih memilih untuk menyewa kamar kos. Disebut kamar kos karena memang umumnya kos-kosan hanya berupa ruang kecil seluas kamar biasa. Isinya juga hanya mampu memuat perabotan standar seperti kasur, lemari, meja televisi, meja komputer.
Kamar kos ini biasanya berupa rumah tinggal biasa yang kamar-kamarnya memang sengaja disewakan untuk kos-kosan, karenanya fasilitas seperti dapur, kamar mandi dan lainnya digunakan secara bersama-sama dengan penghuni ks lainnya. Namun ada juga pemilik kos-kosan yang juga menyediakan fasilitas tersbut tadi di setiap kamar kos yang disewakan, tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal.
Rumah kontrakan lebih menjual privasi
Namanya saja “rumah”, tentunya fasilitasnya juga kurang lebih seperti rumah tinggal pada umumnya, hanya saja status rumah tersebut untuk disewakan. rumah kontrakan ini sedikit lebih menarik ketimbang kos-kosan, karena berbeda dengan kamar kos, rumah kontrakan ini sama dengan rumah biasa. Ada halaman, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, dll. Kelengkapan tersebut lebih tergantung pada target pasar yang Anda incar. Jika Anda mengincar kalangan menengah, biasanya ruangan hanya terdiri dari ruang depan, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Biasanya para penyewa rumah kontrakan ini adalah para pasangan baru menikah. Bagi pasangan yang baru menikah tentunya kos-kosan sudah tidak cocok lagi, karena kebutuhan seperti memasak, ke kamar mandi dan mencuci tidak lagi dirasa nyaman jika harus berbagi dengan penghuni kos lainnya. Pada rumah kontrakan, hal tersebut bisa dipenuhi.
Pelayanan = Pemasaran
Bisnis rumah kontrakan dan kos-kosan ini termasuk bisnis yang tidak memakan biaya promosi yang besar. Sebagai bisnis yang memang sangat dicari, promosi bisnis ini biasanya dari mulut ke mulut dari penghuni yang lain. Karenanya, pelayanan yang baik bisa jadi sebuah media promosi yang efektif bagi bisnis ini.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis ini adalah :
- Kerusakan bangunan
- Harga sewa











