Beberapa hari yg lalu saya membaca artikel ini di website teguh hidayat :
http://www.teguhhidayat.com/2014/05/belajar-valuasi-kepentingan-non.html
saya pikir artikelnya bagus ya, dan ikut merubah mindset saya dalam menghitung PBV.
Jadi sejak saat ini, tiap posting saya dalam menghitung equity growth, PBV dan juga pertumbuhan laba berjalan, saya akan memperhitungkan kepentingan non pengendali ini di dalamnya.
Saya coba tulis analisa saya tentang LK Q1/2014 AISA. AISA ini salah satu saham favorit saya untuk consumer product. Masuk portofolio saya sejak Juni 2013. Di Q1/2014, ROE AISA bertambah baik, dari skitar 14% thn lalu menjadi 18% di thn ini.
Q1/2014 AISA
1. Current ratio = jumlah asset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,76x
2. Total ekuitas (setelah dikurangi kepentingan non pengendali) = Rp 2.110.242.340.307
—> pertumbuhan ekuitas = 4,87%
3. Jumlah saham = 2.791.135.000 lembar
4. Book Value = Rp 2.110.242.340.307 : 2.791.135.000 = Rp 756,05
5. Jumlah aset = Rp 5.180.535.568.741
6. DER = total liabilitas : total ekuitas = 1,099x
7. Sales = Rp 1.153.221.708.266 —> growth = 34,94%
8. Laba usaha = Rp 180.921.772.065 —> growth = 48,63%
9. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =
Rp 98.067.380.604 —> growth = 49,33%
10. EPS = Rp 33,52 —> growth = 49,37%
11. ROE = 18,59%
12. @ 2555, PER = 19,06x
PBV = 3,38x
Yield = ROE : PBV = 5,5% —> menurut saya, untuk saham consumer, yield 5,5% ini cukup besar
13. Arus kas operasi < laba tahun berjalan
14. Kas = 227.616.100.581
15. Valuasi = Rp 1736 —> MOS = minus 47%
Dengan rumus valuasi yang ada di blog ini, terlihat bahwa MOS = minus 47%. Tapi pengalaman saya dgn rumus ini, untuk saham2 consumer, farmasi, ritel dan sejenisnya memang biasanya harga wajar yang didapat, selalu jauh lebih kecil.
Mengapa ?
Karena biasanya saham-saham consumer dan teman2nya itu (apalagi yang sedang naik daun) selalu dijual dengan PER yang sangat tinggi, biasanya di atas 20x..
Jadi, untuk saham2 consumer dan sejenisnya, saya punya rumus sendiri yang saya pakai sebagai patokan apakah saham ini masih layak dibeli atau ngga.
Caranya simpel aja.
Selama PER tidak di atas 20x, dan PER ini masih lebih kecil daripada ROE dan growthnya, menurut saya : masih layak dibeli.
Tapi ini hanya pendapat saya ya, kalo orang beda pendapat, it’s ok 🙂
Sekarang kita liat chart AISA.
Kalo liat chart weekly AISA, AISA ini sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. Kalo chart sangat bullish begini, dan ini saham consumer, biasanya beli di MA 60 daily, MA 20 weekly atau MA 60 weekly bisa dipertimbangkan. Sekarang MA 20 weekly AISA ada di 2072. MA 60 weekly ada di 1578. Masih agak jauh sih dari harga sekarang di 2555 🙂
Kalo liat chart monthly, lebih serem lagi. 9 candle naik terus ngga berhenti2.. 🙂
alias kalo beli di harga skrg, takutnya bakal nyangkut sendirian di tiang listrik, hehe.. Disclaimer 🙂
Ok, ini hanya pandangan saya aja ya.. 🙂 kalo ada yg ngga setuju, gpp.. 🙂
Yang jelas, your money your responsibility.. 🙂
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. 🙂
Regards,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
http://www.teguhhidayat.com/2014/05/belajar-valuasi-kepentingan-non.html
saya pikir artikelnya bagus ya, dan ikut merubah mindset saya dalam menghitung PBV.
Jadi sejak saat ini, tiap posting saya dalam menghitung equity growth, PBV dan juga pertumbuhan laba berjalan, saya akan memperhitungkan kepentingan non pengendali ini di dalamnya.
Saya coba tulis analisa saya tentang LK Q1/2014 AISA. AISA ini salah satu saham favorit saya untuk consumer product. Masuk portofolio saya sejak Juni 2013. Di Q1/2014, ROE AISA bertambah baik, dari skitar 14% thn lalu menjadi 18% di thn ini.
Q1/2014 AISA
1. Current ratio = jumlah asset lancar : jumlah liabilitas jangka pendek = 1,76x
2. Total ekuitas (setelah dikurangi kepentingan non pengendali) = Rp 2.110.242.340.307
—> pertumbuhan ekuitas = 4,87%
3. Jumlah saham = 2.791.135.000 lembar
4. Book Value = Rp 2.110.242.340.307 : 2.791.135.000 = Rp 756,05
5. Jumlah aset = Rp 5.180.535.568.741
6. DER = total liabilitas : total ekuitas = 1,099x
7. Sales = Rp 1.153.221.708.266 —> growth = 34,94%
8. Laba usaha = Rp 180.921.772.065 —> growth = 48,63%
9. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk =
Rp 98.067.380.604 —> growth = 49,33%
10. EPS = Rp 33,52 —> growth = 49,37%
11. ROE = 18,59%
12. @ 2555, PER = 19,06x
PBV = 3,38x
Yield = ROE : PBV = 5,5% —> menurut saya, untuk saham consumer, yield 5,5% ini cukup besar
13. Arus kas operasi < laba tahun berjalan
14. Kas = 227.616.100.581
15. Valuasi = Rp 1736 —> MOS = minus 47%
Dengan rumus valuasi yang ada di blog ini, terlihat bahwa MOS = minus 47%. Tapi pengalaman saya dgn rumus ini, untuk saham2 consumer, farmasi, ritel dan sejenisnya memang biasanya harga wajar yang didapat, selalu jauh lebih kecil.
Mengapa ?
Karena biasanya saham-saham consumer dan teman2nya itu (apalagi yang sedang naik daun) selalu dijual dengan PER yang sangat tinggi, biasanya di atas 20x..
Jadi, untuk saham2 consumer dan sejenisnya, saya punya rumus sendiri yang saya pakai sebagai patokan apakah saham ini masih layak dibeli atau ngga.
Caranya simpel aja.
Selama PER tidak di atas 20x, dan PER ini masih lebih kecil daripada ROE dan growthnya, menurut saya : masih layak dibeli.
Tapi ini hanya pendapat saya ya, kalo orang beda pendapat, it’s ok 🙂
Sekarang kita liat chart AISA.
Kalo liat chart weekly AISA, AISA ini sangat bullish. MA 5 > MA 20 > MA 60 > MA 100 > MA 200. Kalo chart sangat bullish begini, dan ini saham consumer, biasanya beli di MA 60 daily, MA 20 weekly atau MA 60 weekly bisa dipertimbangkan. Sekarang MA 20 weekly AISA ada di 2072. MA 60 weekly ada di 1578. Masih agak jauh sih dari harga sekarang di 2555 🙂
Kalo liat chart monthly, lebih serem lagi. 9 candle naik terus ngga berhenti2.. 🙂
alias kalo beli di harga skrg, takutnya bakal nyangkut sendirian di tiang listrik, hehe.. Disclaimer 🙂
Ok, ini hanya pandangan saya aja ya.. 🙂 kalo ada yg ngga setuju, gpp.. 🙂
Yang jelas, your money your responsibility.. 🙂
Rugi tanggung sendiri, ngga dapat barang jg tanggung sendiri.. 🙂
Regards,
V3
Untuk hitungan detil metode valuasinya, bisa lihat di sini :
http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2014/05/analisa-lk-q12014-adro.html
ADVERTISEMENT


![[#AYTKTM] Menguji Hidup](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/menguji-hidup.jpg?fit=320%2C240&ssl=1)



