BERADA
berkelompok, bermasyarakat dan membutuhkan teman. Tentang hal ini, khususnya
dalam hal berteman, tidaklah dianjurkan untuk berteman (dekat) dengan setiap orang.
أحدكم من يخالل
kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (H.R Abu Daud dan at Tirmidzi, dishahihkan
oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah)
yang selalu menjaga ketaatannya, menjaga ketakwaannya, suka beribadah, baik
akhlaknya dan sangat senang mengikuti majlis ilmu. Berteman dengan orang yang
baik akan membantu kita untuk memilih jalan kebaikan dan menetapinya.
teman kita. Adakah mereka orang orang yang meniti jalan kebaikan, jalan yang lurus,
jalan hak. Kalau tidak maka lebih baik tinggalkan pertemanan karib dengan
mereka.
dengan orang orang yang berada di jalan kebaikan. Insya Allah mereka adalah
orang orang yang baik. Diantara manfaatnya
adalah :
melakukan yang terbaik bagi temannya dalam setiap keadaan dan waktu.
Allah, bukan karena yang lain. Pertemanan dengan orang baik insya Allah akan
langgeng dari dunia sampai ke akhirat. Tapi kalau pertemanan bukan ikhlas
karena Allah biasanya tidak langgeng. Jangankan langgeng sampai ke akhirat, di
dunia saja bisa jadi sudah berantakan, bubar, karena ada kepentingan duniawi.
bahkan kalau kesulitan akan dibantu.
kita untuk meniti jalan kebaikan, kebenaran, ketakwaan dan ketaatan.
atau petunjuk jika kita ragu atau tidak tahu.
mau mengkoreksi dan berusaha mencegah kita supaya tidak jatuh kepada perbuatan buruk. Abu
Dharda’ berkata kepada seorang sahabatnya : Kalau aku marah cegahlah marahku
dan kalau engkau marah akan aku cegah marahmu.
waktu terzhalimi maka dia serta merta akan
memberikan udzur, memaafkan bahkan mendoakan kebaikan bagi kita.
memiliki teman yang selalu mengajak kepada kebaikan, ke
jalan yang lurus karena Allah Ta’ala.
(1.252)






































