mampir atau singgah di suatu tempat. Singgah di satu tempat karena kita butuh
istirahat ataupun untuk memenuhi beberapa kebutuhan dalam perjalanan.
keburukan, kejahatan dan bahaya apa yang ada di tempat yang kita singgahi itu.
Bisa jadi keburukan atau bahaya itu datang dari syaithan, manusia yang jahat
ataupun binatang dan yang lainnya. Dalam hal tiada tempat berlindung kecuali
kepada Allah Ta’ala.
kepada-Nya, diantaranya dalam firman-Nya :
syaithaani nazghun fasta’idz billahi, innahuu huwas samii’ul ‘aliim”. Dan
jika syaithan mengganggumu dengan suatu
godaan. Maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia lah Yang Maha
Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S
Fussilat 36)
kepada Rabb yang menguasai subuh (fajar). Dari kejahatan makhluk yang Dia
ciptakan. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari
kejahatan (perempuan perempuan) penyihir yang meniup pada buhul buhul
(talinya). Dan dari kejahatan orang yang dengki ketika dia dengki”. (Q.S al
Falaq 1-5)
kepada Rabb-nya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan
(bisikan) syaithan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) kedalam dada
manusia. Dari (golongan) jin dan manusia. (Q.S an Naas 1-6).
sangat baik untuk kita amalkan ketika dalam safar kita perlu singgah di satu tempat. Dari Khaulah bintu Hakim as
Sulamiyah, dia berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
bersabda : Barangsiapa yang singgah/menempati suatu tempat lalu dia membaca
(doa/dzikir) :
SYARRI MA KHALAQ”. Aku berlindung dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan
yang ada pada makhuk-Nya, maka tidak ada sesuatu pun yang akan mengganggu atau
membahayakannya sampai dia pergi dari tempat itu. (H.R Imam Muslim).
yang mengucapkan doa atau dzikir ini ketika singgah atau menempati suatu
tempat. Dia akan terjaga, insya Allah, dari berbagai gangguan makhluk yang ada
ditempat itu sampai dia meninggalkannya.
Maksudnya dari segala kejahatan yang ada pada segala makhluk yang memiliki sifat
jahat, baik binatang atau lainnya yang
berupa manusia, jin, burung hantu, binatang melata, angin, petir atau segala
bala’ di dunia dan di akhirat. (Fathul Majid).
ini (dari Khaulah bintu Hakim as Sulamiyah) adalah berita sah dan ucapan yang
benar. Kita mengetahui kebenarannya berdasarkan argumentasi (hadits ini) dan pengalaman. Sungguh sejak aku mengetahui hadits ini aku
selalu mengamalkannya maka tidak ada yang mencelakakanku. Sampai suatu ketika
aku meninggalkannya. Suatu malam di
Muhaddabah aku disengat kalajengking. Aku merenungkan (kejadian yang menimpa)
diriku ini. Maka aku ingat bahwa aku telah lupa memohon perlindungan kepada
Allah dengan kalimat (dzikir) ini. (Fathul Majid).
hendaklah melazimkan membaca doa atau dzikir ini sebagai permohonan agar selalu
mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala ketika singgah di suatu tempat.
bahwa dalam hadits yang shahih riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, doa atau
dzikir ini juga sangat diajurkan untuk dibaca tiga kali sebagai bagian dari
rangkaian dzikir petang.
kita semua. Wallahu A’lam. (1.222)






































