Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Trading

Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku “One Up on Wall Street” (Bagian II)

Top Bisnis by Top Bisnis
05.02.2011
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

ADVERTISEMENT
Pos ini adalah lanjutan dari “Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku ‘One Up on Wall Street’ (Bagian I).”  

Hendak membaca pos ini dari awal? Silahkan klik di sini “Mau Investasi Saham? Baca Dulu Buku Peter Lynch ‘One Up on Wall Street’ (Bagian I).”

 
Slow Growers (Bertumbuh Lamban)
Perusahaan yang bertumbuh lamban biasanya adalah perusahaan besar yang mulai uzur. Mereka ini tidak berawal sebagai Slow Growers; mereka adalah perusahaan bertumbuh cepat (Fast Growers) yang pertumbuhannya melambat. Melambatnya pertumbuhan ini bisa disebabkan karena pasar produk mereka sudah jenuh, karena mereka berhenti berinovasi, atau juga karena sebab-sebab lain.
Pada akhir tahun 1990an awal tahun 2000an—saat Telkom menjadi pelopor penyedia jasa komunikasi selular melalui Telkomsel—Telkom bisa dikategorikan perusahaan yang bertumbuh menengah atau cepat. Mungkin anda masih ingat saat itu banyak orang berebut membeli kartu hand-phone karena persediaan terbatas. Saking terbatasnya, orang rela membayar jutaan rupiah hanya untuk kartu hp. Biaya sms dan percakapan hp saat itu juga sangat mahal: Rp 250 per sms dan bisa mencapai Rp 2000/menit percakapan.

Telkomsel bisa mendikte harga karena produknya sangat diminati pasar. Alhasil, perusahaan membukukan laba yang terus-menerus meningkat. Laba yang terus meningkat ini berdampak pada naiknya harga saham Telkom.

Dengan berjalannya waktu, banyak pesaing baru menggeluti bisnis komunikasi selular. Kartu hand-phone membanjiri pasar, biaya percakapan dan sms juga menjadi murah. Sekarang ini anda bisa membeli kartu hp Rp 15.000, sudah termasuk pulsa. Anda bisa ngobrol di hp sampai bibir dower dan kuping panas dengan cukup membayar Rp 2.000. Dengan ribuan perak saja anda bisa mengirim ratusan sms. Akibatnya?
Telkom berubah dari perusahaan yang bertumbuh cepat menjadi bertumbuh lamban. Anda bisa lihat sendiri bahwa harga saham Telkom dari tahun 2008 sampai 2010 naik relatif tidak banyak.
Apa yang bisa anda harapkan dari saham golongan ini?
Jangan berharap saham Slow Growers untuk naik pesat. Harga saham mereka biasanya hanya naik turun dalam kisaran tertentu. Yang bisa anda harapkan dari Slow Growers adalah dividen yang lumayan besar. (Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang didistribusikan kepada pemegang saham.) Karena perusahaan tidak memerlukan modal besar untuk mengekspansi bisnis, mereka memilih untuk mendistribusikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

(Mengenai dividen, silahkan juga baca pos “Arti Istilah ‘Dividen’ Saham.”)

Stalwarts (Bertumbuh menengah)
Stalwarts umumnya adalah perusahaan raksasa produsen barang konsumsi yang diperlukan banyak orang saat ekonomi baik ataupun buruk. Stalwarts ini bertumbuh mengikuti pertumbuhan ekonomi.
Saham perusahaan jenis ini bergerak dalam kisaran lebih besar dari Slow Growers. Peter Lynch menganjurkan kita untuk menjual saham Stalwarts kalau saham tersebut sudah naik 30-50%. Ia juga mengingatkan bahwa kapan anda membeli saham Stalwarts sangat menentukan besar keuntungan yang anda dapat. Kalau membeli pada saat harga rendah, anda mungkin mendapat keuntungan setelah beberapa tahun. Tapi kalau anda membeli pada waktu yang salah, sangat mungkin anda rugi beberapa tahun ke depan.
Contoh Stalwarts di Bursa Efek Indonesia saat ini adalah Unilever. Unilever memproduksi produk konsumen yang dipakai orang banyak baik pada saat kondisi ekonomi naik ataupun turun.

Awal tahun 2000an Unilever berkembang pesat dan harga sahamnya naik pesat. Sekarang penetrasi pasar produk-produk Unilever di Indonesia sudah tinggi. Perusahaan bisa berkembang dengan inovasi produk baru tetapi kontribusi setiap produk baru relatif kecil terhadap total keuntungan perusahaan. Unilever kemungkinan akan berkembang dan tumbuh seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

Fast Growers (Bertumbuh cepat)
Ini adalah tipe favorit Peter Lynch. Fast Growers adalah perusahaan kecil, agresif, yang tumbuh  20-25% setiap tahunnya. Fast Growers ini adalah perusahaan yang sahamnya bisa naik 10-lipat, 50-lipat, atau bahkan 200-lipat.
Perusahaan yang bertumbuh cepat tidaklah harus berada di sektor industri yang tumbuh pesat. Peter Lynch lebih memilih Fast Growers di industri yang tumbuhya lambat. Mengapa? Sektor yang tumbuh pesat akan mengundang banyak pesaing. Dengan banyaknya pesaing, perusahaan beresiko bangkrut kalau kalah bersaing. Fast Growers yang terlalu agresif tanpa didukung pendanaan yang baik bisa berakhir bangkrut.

Harus anda ingat bahwa Fast Growers tidak mungkin tumbuh cepat terus-menerus; suatu saat pertumbuhannya akan melambat. Yang harus anda perhatikan adalah harga saham wajar yang anda bayar untuk perkembangannya dan mengira-ngira kapan pertumbuhan mereka akan melambat.
Saya tidak menemukan contoh Fast Growers di Bursa Efek Indonesia jadi saya akan memakai contoh perusahaan Amerika. Apple Computer di awal tahun 2000an berkembang pesat, berawal dengan produk iPod yang merevolusi industri musik. Setelah sukses dengan iPod, Apple memproduksi iPhone, telepon selular yang laris manis di seluruh dunia. Kemudian iPad—komputer touch-screen produksi Apple—melanda  dunia. Dari suksesnya produk-produk ini, saham Apple Computer naik dari US$7 pada Januari 2003 menjadi US$300 pada Desember 2010.
Cyclicals (Bersiklus)
Cyclicals adalah perusahaan yang keuntungannya naik-turun mengikuti kondisi ekonomi. Contoh Cyclicals adalah sektor industri penerbangan, industry pariwisata, industri kimia.
Mari kita lihat contoh industry penerbangan. Pada saat ekonomi baik, jumlah penumpang pesawat meningkat karena masyarakat mampu dan rela membayar mahal untuk mencapai tujuan secepat mungkin. Pesawat selalu penuh penumpang dan perusahaan menikmati keuntungan tinggi.
Ketika ekonomi terpuruk, masyarakat mengurangi perjalanan tapi perusahaan penerbangan tidak bisa langsung mengurangi biaya. Pesawat yang biasa mengangkut 160 penumpang hanya ditumpangi 40 penumpang. Perusahaan rugi besar setiap kali terbang. Tapi perusahaan juga tidak bisa serta-merta membatalkan penerbangan. Pegawai tetap harus digaji, sewa terminal dan sewa pesawat tetap harus dibayar walaupun semua penerbangan dibatalkan. Terbang rugi, tidak terbang lebih rugi lagi.
Timing is everything in cyclicals, begitu tulis Peter Lynch. Saham perusahaan bersiklus bukanlah tipe untuk dibeli-dan-pegang (buy-and-hold). Belilah kala harga saham sudah rendah serendah-rendahnya karena keterpurukan ekonomi dan juallah ketika saham naik karena ekonomi membaik.
Turnarounds (Berubah arah)
Kandidat Turnaround adalah perusahaan yang nyaris bangkrut, hampir mati tapi hidup kembali.
Saat krisis moneter Indonesia tahun 1997-1998, banyak perusahaan-perusahaan di Bursa Efek Jakarta nyaris bangkrut dilit hutang dolar yang membengkak. Setelah krisis lewat, saham perusahaan-perusahaan ini naik sangat tinggi.

Contohnya, saham Astra Internasional (ASII) pernah dijual di harga Rp 200 (disesuaikan karena stock split) pada tahun 1998.  Setelah selamat dari krismon, ASII perlahan-lahan naik ke Rp 2000   pada tahun 2001, Rp 10.000an tahun 2005. Jadi, kalau anda nekat membeli ASII ketika kondisi ekonomi Indonesia hampir kiamat dan memegang ASII sampai 2005, anda menikmati kenaikan harga saham 50-lipat.

Contoh kandidat Turnarounds di Amerika sekarang adalah Citibank. Pada saat dihajar krisis Subprime Mortgage, saham Citibank turun dari US$ 40an ke US$ 1. Pemerintah Amerika menganggap Citibank terlalu besar untuk dibiarkan bangkrut. Karena itu, pemerintah Amerika menyuntikkan dana milyaran dolar untuk menstabilkan kondisi perusahaan. Sekarang saham Citibank sekitar US$ 5. Kalau kondisi makin membaik, saham Citibank mungkin bisa naik lebih tinggi lagi.
Asset Plays (Aset Terpendam)
Asset Plays adalah perusahaan yang memiliki aset terpendam yang belum diperhitungkan oleh analis pasar saham. Aset terpendam tersebut bisa berupa tanah, property, anak perusahaan yang bisa dijual mahal, dan lain-lain. Saya belum menemukan contoh Aset Terpendam di Bursa Efek Indonesia.
Hal Penting Tentang Kategori
Anda harus ingat bahwa perusahaan tidak berdiam pada satu kategori untuk selamanya. Fast Growers suatu saat akan melambat pertumbuhannya dan berubah menjadi Stalwarts (bertumbuh menengah). Ada juga Fast Growers yang berubah menjadi Cyclicals. Slow Growers mungkin gagal bersaing, nyaris bangkrut, lalu muncul kembali sebagai Turnarounds.
Misalkan saja, lagi-lagi contoh favorit saya, Apple Computer. Apple Computer adalah Fast Grower pada tahun 1980an. Karena kalah bersaing dengan komputer IBM-compatible dan tidak ada inovasi produk, Apple berubah menjadi Slow Grower di tahun 1990an; harga sahamnya hampir tidak bergeming.
Mendekati tahun 2000, Apple malah nyaris bangkrut dan memerlukan suntikan dana dari Pangeran Al-Waleed bin Talal—investor handal asal Arab Saudi. Awal 2000an setelah Steve Jobs—pendiri Apple computer—kembali memegang kembali pucuk pimpinan, Apple berubah kategori lagi dari Turnaround menjadi Fast Grower sampai sekarang ini. Pada tahun 2010, Apple Computer berhasil menjadi perusahaan teknologi berkapitalisasi terbesar di dunia. 
Mengerti tetang kategori suatu saham adalah langkah awal memilih saham. Langkah berikut adalah meneliti perusahaan dengan lebih detil untuk menerka prospek perusahaan. Bagaimana caranya? Lanjut baca ke “Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku ‘One Up on Wall Street’ (Bagian III).”




Pos-pos yang berhubungan:

  • Apa Inti Analisa Fundamental?

[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

    Tags: Belajar InvestasiBelajar TradingDagangInvestasiPanduanTrading
    ShareTweetSendShare
    Top Bisnis

    Top Bisnis

    Related Posts

    Trading

    Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

    14.08.2025
    Crypto

    Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

    21.07.2025
    Investasi dan Trading

    Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

    21.07.2025
    Investasi dan Trading

    Analisis: Crypto Staking vs DeFi vs Yield Farming

    12.07.2025
    Investasi dan Trading

    Strategi Copy Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula

    11.07.2025
    Manfaat Surat Yasin Ayat 82 untuk Cari Jodoh? Ini Penjelasannya
    Trading

    4 Cara Valuasi Saham Untuk Investor Pemula

    10.07.2025
    Next Post

    Masjid Nurul Islam, Cape Town, Afrika Selatan

    Masjid Omar Kampung Malaka – Singapura

    Iklan

    Recommended Stories

    Incredible India, I’m Coming!

    05.05.2016
    Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Bank Bukopin di Kepri

    No Limits – Ini Kan Malam Minggu

    27.12.2017
    Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

    Resep Kroket Kentang Isi Daging Sapi

    02.12.2014

    Popular Stories

    • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

      Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    Aopok

    Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

    LEARN MORE »

    Terkini

    OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

    OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

    23.01.2026
    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    23.01.2026

    Kategori

    • Berita
    • Bisnis
    • Bulutangkis
    • Daerah
    • Dunia
    • Edukasi
    • Entertainment
    • Explore
    • Food & Travel
    • Kuliner
    • Lainnya
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Otomotif
    • Religi
    • Sejarah
    • Sepakbola
    • Sports
    • Teknologi & Sains

    Navigasi

    • Tentang
    • Kontak
    • Subscription
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Siber
    • Cookies dan IBA
    • Terms

    © 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Home
    • Filter
      • Terbaru
      • Spesial
      • Istimewa
      • Hot
      • Galeri
    • Berita
      • Daerah
      • Dunia
      • Nasional
    • Bisnis
    • Explore
      • Alamat
      • Food & Travel
        • Kuliner
        • Resep Masakan
      • Kode Pos
      • Masjid
      • Wisata
    • Religi
    • Sports
    • Tekno
    • More
      • Otomotif
      • Entertainment
      • Lifestyle
      • Edukasi
      • Lainnya
    • Network
      • Artikel
        • Biodata Viral
        • Chord Lirik
        • Religi
        • Tempo Dulu
      • Iklan Gratis
      • Media Sosial
      • Terviral
      • Seputar Bisnis
      • Pasang Iklan
      • Jok Bangka
      • Ulasan Bisnis
      • Trading
      • Top Bisnis

    © 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

    Are you sure want to unlock this post?
    Unlock left : 0
    Are you sure want to cancel subscription?