banyak jumlah dan jenis nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita sehingga
kita tidak akan mampu menghitungnya. Allah berfirman : “Wain ta’uddu
ni’matalahi laa tuhshuhaa” Dan jika kalian menghitung nikmat Allah maka
engkau tidak akan mampu menghitungnya.(Q.S Ibrahim
34).
untuk memohon tambahan nikmat baik berupa nikmat hidayah dan berbagai kebaikan
yang dibutuhkan mereka melalui
permohonan berupa doa. Allah berfirman
: “Waqaala rabbukum, ud’uunii astajib
lakum” Dan Rabbmu berfirman : Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku
perkenankan bagimu (Q.S al Mu’min 60).
umatnya untuk banyak berdoa kepada Allah. Beliau bersabda : “Addu’aa-u yanfa’u
mimmaa nazzala wa mimmaa lam yanzil, fa’alaikum ‘ibadallahi biddu’aa-i” Doa itu bermanfaat bagi apa apa yang sudah
terjadi ataupun yang belum terjadi. Maka dari itu, hendaklah kalian banyak
berdoa wahai hamba Allah. (H.R Imam
Ahmad dan Imam at Tirmidzi).
saat bagi seorang hamba untuk berdoa
yang doanya menjadi lebih mudah diijabah Allah Ta’ala. Diantaranya adalah berdoa pada
saat sujud dalam shalatnya.
du‘aa-a” Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia
sedang bersujud. Maka perbanyaklah doa ketika itu. (H.R Imam Muslim, 482).
tingginya kedudukan sujud dalam shalat serta keutamaan memperbanyak doa di dalamnya karena waktu
sujud adalah yang dijanjikan pengabulan doa padanya. (Syarah Shahih Muslim).
keutamaan ini maka Rasulullah paling sering dan paling banyak berdoa pada waktu
sujud dalam shalat beliau.
sujud ketika shalat, diantaranya :
dalam shalat dilakukan setelah membaca dzikir atau bacaan yang khusus ketika
sujud karena ini merupakan kewajiban dalam shalat. (Majmu’ Fatawa Syaikh
Utsaimin).
ketika sujud) yang disebutkan dalam hadits ini berlaku untuk semua sujud dalam
shalat dan tidak hanya untuk sujud terakhir saja sebagaimana yang disangka dan
dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. (Syarah Shahih Muslim).
seorang hamba dengan Rabb-nya. Lalu apa makna sedekat dekatnya atau
kedekatan hamba dengan Allah Ta’ala. Syaikh as Sa’di berkata : Ketahuilah bahwa
(sifat) kedekatan Allah ada dua macam yakni :
Allah yang (bersifat) umum (artinya) kedekatan-Nya dengan
semua makhluk-Nya dengan ilmunya. Inilah yang dimaksud dengan firman-Nya : “Wa
nahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid” Dan kami lebih dekat kepadanya daripada
urat lehernya (Q.S Qaaf 16).
khusus (artinya) kedekatan-Nya dengan para hamba hamba-Nya yang beribadah
kepada-Nya (dengan menerima ibadah mereka dan memberikan yang terbaik) dengan
hamba yang berdoa kepada-Nya dengan mengabulkan permohonan mereka dan dengan
hamba yang mencintai-Nya (dengan memuliakan dan merahmati mereka).
qariib, uujibu da’watad daa’i idzaa da’aan. Fal yastijibuulii wal yu’minuubii
la’allahum yarsyudun. Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada engkau
(Muhammad) tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menyambut
seruan-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku supaya memperoleh kebenaran. (Q.S al Baqarah 186)
kebaikan dari-Nya), pengabulan-Nya terhadap doa mereka dan pemenuhan-Nya
terhadap segala keinginan mereka. Oleh karena itu, nama-Nya al Qariib (Yang
Mahadekat) digandengkan-Nya dengan naa-Nya al Mujib (Yang Maha Mengabulkan
doa). Kitab Tafsir Taisir Karimir Rahman).
shalat karena ini adalah salah satu kesempatan doa seorang hamba lebih mudah
untuk dikabulkan karena berada dalam kedekatan dengan Allah Ta’ala. Insya Allah
ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (930).







































