Azwir B. Chaniago
menjelaskan dalam firman-Nya bahwa diantara manusia yang akan memasuki neraka jahannam adalah orang
orang kafir. Bahkan mereka akan kekal di dalamnya. Allah berfirman : Sungguh, orang orang yang kafir dari golongan ahlil Kitab dan
orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama
lamanya. Mereka itu adalah sejahat jahat makhluk.(Q.S al Baiyinah 6).
bukanlah karena Allah zhalim terhadap mereka. Sungguh Allah Ta’ala adalah Dzat
Yang Mahaadil. Allah mengharamkan kezhaliman atas diri-Nya
bahkan mengharamkan pula kepada manusia.
beliau meriwayatkan dari Rabbnya bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman
: “Yaa ‘ibaadii innii haramtu zhulma ala
nafsii, wa ja’alatuhu bainahum muharramaa” Wahai sekalian hamba-Ku, Sesungguhnya
Aku mengharamkan kezhaliman pada diri-Ku dan mengharamkannya pada kalian, maka
janganlah kalian saling menzhalimi … (H.R Imam Muslim)
yang menjerumuskan mereka, orang orang kafir, ke dalam neraka jahannam adalah :
yang setimpal atas perbuatan mereka di dunia. Sungguh Allah akan membalas
kebaikan dengan kebaikan dan keburukan dengan keburukan pula. Allah berfirman : “Jazaa-an wifaaqaa”. Sebagai
balasan yang setimpal. (Q.S an Naba’ 26).
takut dan tidak percaya adanya hari pembalasan. Allah berfirman : “Innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaa”.
Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hari hisab (pembalasan). Q.S
an Naba’ 27).
sebagai akhir kehidupan. Mereka berusaha mereguk kenikmatan dunia dengan segala
perhiasannya dan sebagian besar mereka telah mendapatkannya.
melihat orang kafir tenggelam dalam kehidupaan dunia. Bagi mereka tidak ada
halangan sedikitpun untuk melakukan yang haram, kezhaliman karena tidak ada
syariat yang benar untuk mereka ikuti. Akibatnya mereka hidup di dunia seperti
hewan.
wan naaru matswan lahum. Dan orang orang yang kafir menikmati kesenangan
(dunia) dan mereka makan seperti hewan makan dan (kelak) nerakalah tempat
tinggal bagi mereka. (Q.S Muhammad 12).
(orang kafir) bersenang senang, mereka makan dari dunia itu sama seperti
makannya binatang dan mereka tidak mempunyai keinginan lain kecuali hal itu.
(Tafsir Ibnu Katsir).
mendustakan syariat yaitu berupa firman firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasallam.
ayat ayat Kami dengan sesungguh sungguhnya. (Q.S an Naba’ 28).
mengingatkan mereka dalam sabda beliau :
“Walladzi nafsu muhammaddin bi yadihi, laa yasma’u bi ahadun min hadzihi ummati
yahudiyun walaa nashraniyun syumma yamuutu walam yu’minu billadzi ursiltu bihi
illa kaana min ashhabin naar. Demi Allah, yang jiwaku ada di tanganNya,
tidak seorangpun dari umat ini yakni Yahudi dan Nasrani yang telah mendengar
(kedatangan atau diutusnya) aku, kemudian sampai matinya dia tidak beriman
dengan kerasulanku, melainkan dia termasuk penghuni neraka (H.R Imam Muslim).
Allah Ta’ala dan Rasul-Nya yang mengantarkan orang orang kafir ke neraka
jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Na’udzubillahi min dzaalik. (906)






































