Azwir B. Chaniago
dianjurkan di bulan Muharram adalah puasa ‘asyura pada 10 Muharram. Tentang
puasa asyura adalah sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas : Ketika Rasulullah
salallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau melihat orang orang Yahudi
berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya : “Ada apa hari ini ?. Mereka menjawab : Ini adalah hari yang baik.
Inilah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa
berpuasa di hari ini.
kalian”. Beliau kemudian berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabat
berpuasa. (H.R Imam Bukhari)
wajib. Kemudian setelah turun ayat tentang
perintah puasa wajib sebulan penuh di bulan Ramadhan maka puasa ‘asyura
menjadi puasa sunnah. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa
yang hendak berpuasa (‘asyura) maka silahkan berpuasa dan barang siapa yang
hendak berbuka, maka silahkan berbukan”. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
(H.R Imam Muslim).
Arafah akan menghapus dosa dua tahun, hari ‘Asyura satu tahun dan (ucapan)
aamiin seseorang (dalam shalatnya) bertepatan dengan aamiin-nya malaikat akan
menghapuskan dosanya yang telah lalu. Ini semua menghapuskan dosa yakni jika
ada dosa kecil akan dihapusnya. Namun jika tidak ada dosa yang kecil maupun
yang besar maka akan dicatat beberapa kebaikan dan ditinggikan derajatnya …
Tetapi jika ada satu dosa besar atau lebih dan tidak berhadapan dengan dosa
kecil, kita mengharap amalan tersebut bisa meringankan dosa dosa besar. (Syarh
Shahih Muslim)
berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa
‘asyura. (Majmu’ Fatawa).
dianjurkan melaksanakan puasa tasu’a yaitu pada 9 Muharram. Ini adalah
sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas untuk kata Abbas berkata : Ketika
Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada tanggal 10 dan beliau
menyuruh para sahabatnya berpuasa. Para sahabat berkata : Sesunguhnya hari ini
adalah hari yang dimuliakan oleh orang orang Yahudi, maka beliau bersabda : “Kalau begitu, jika tiba tahun depan , insya
Allah, kita akan berpuasa pada tanggal sembilannya (bersama dengan tanggal
sepuluhnya). H.R Imam Muslim.
berikutnya, beliau sudah wafat. Oleh karena Rasulullah telah berniat melakukan
puasa Tasu’a maka adalah sangat baik bagi kita yang masih hidup ini untuk
melaksanakannya karena telah ada haditsnya yang shahih.
termasuk puasa sunnah di bulan Muharram sangatlah dianjurkan karena bulan
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam
hadits riwayat Imam Bukhari. Tiga lainnya
adalah bulan Dzulqa’dah,
Dzulhijjah dan Rajab. Rasulullah bersabda : “Puasa
yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram, dan shalat yang
paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (H.R Imam Muslim).
puasa ‘asyura dan puasa tasu’a di bulan Muharram. Kita bermohon kepada Allah
agar diberi kekuatan melakukan puasa sunnah ini dan puasa sunnah selainnya yang
juga disyariatkan.
semua. Wallahu A’lam. (826)





































