gulanaan dalam menjalani hidupnya. Keadaan ini ternyata tidak hanya melanda
orang orang yang tidak berpunya dan tidak berpangkat tapi juga melanda orang
orang yang memiliki harta yang banyak dan
kedudukan yang tinggi.
hati. Ada yang mencarinya dengan hiburan, rekreasi, berbagai permainan meskipun
membutuhkan waktu dan mengeluarkan uang
yang banyak. Bahkan ada juga yang sampai
menggunakan obat obatan yang bisa membahayakan dirinya, apalagi jika kelebihan
dosis. Yang lebih berbahaya lagi adalah mencari ketentraman hati dengan
mendatangi (orang pintar ?) atau dukun karena bisa jatuh kepada kesyirikan. Na’udzubillahi
min dzaalik.
atau ketenangan yang mereka cari. Kalaupun mereka mendapatkannya itupun sangat
sementara dan bisa dikatakan semu bahkan fatamorgana. Bisa jadi juga terkadang semakin jauh dari ketenangan hati
yang dicarinya.
mendapatkan ketenangan hati yaitu bi dzikrillah, dengan mengingat Allah. Allah
Ta’ala telah berfirman : “Alladziina
aamaanu watath ma-inu quluubuhum bi dzikrillahi. Alaa bi dzikrillahi
tathma-inul quluub”. (Yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingat Allah, Ketahuilah hanya dengan mengingat
Allah hati menjadi tenteram. (Q.S ar Ra’du 28).
adalah hilangnya segala sesuatu
(yang berkaitan dengan) kegelisahan, dan kegundah-gulanaan dari dalam hati. Dan
dzikir tersebut akan menggantikannya dengan rasa keharmonisan (ketenteraman),
kebahagiaan dan kelapangan.
bi dzikrillahi tathma-innul quluub” .
Maksudnya semestinya dan seyogyanya, kalbu kalbu itu tidak menjadi tenang
dengan sesuatu selain dengan mengingat-Nya. Karena tidak ada sesuatu pun yang
lebih nikmat, lebih memikat dan lebih manis bagi kalbu ketimbang (kenikmatan
dalam) mencintai Pencipta kalbu itu, berdekatan dan mengenal-Nya yakni
berdasarkan tingkat ma’rifah atau pengenalannya dan kecintaannya kepada Allah.
dimaksud adalah seorang hamba yang mengingat Allah dengan bacaan tasbih,
tahmid, tahlil, takbir dan yang lainnya.
yang diturunkan sebagai dzikra (peringatan) bagi orang orang yang beriman. Atas
dasar ini maka thuma’ninah al qalbi (ketenangan hati) dengan dzikrullah yakni
ketika mengenal makna makna al Qur an dan hukum hukumnya, hati menjadi tenang
dengannya. (Kitab Tafsir Taisir Karimir
Rahman).
beriman bahwa untuk mendapatkan ketentraman hati adalah dengan mengingat Allah,
lalu kita mau mencari cara apa lagi dan mau cari kemana lagi selain itu.
Peganglah keterangan dalam ayat ini dengan kuat karena ini adalah firman Allah
yang sungguh tidak ada keraguan sedikitpun padanya.





































