tentang hal ini dalam sabda beliau : “Kullubni aadam khaththa’un, wa khairul khaththainat
tauwabun” Setiap Bani Adam banyak berbuat salah dan sebaik baik orang yang
berbuat salah adalah yang bertaubat. (H.R at Tirmidzi).
Imam Muslim :“Ya ‘ibaadi, innakum
tukhti-una bil laili wan nahar” Wa ana aghfiru dzunuuba jamii’a. Fastaghfiruni,
aghfirlakum”. Wahai hamba hambaku, sesungguhnya kalian berbuat dosa
(kesalahan) siang dan malam. Dan Aku Mahapengampun, semua dosa. Minta ampunlah
kepadaKu, Aku akan ampuni kalian.
ampun dan bertaubat adalah jalan untuk menghapus dosa dan keburukan dimasa
lalu. Allah Ta’ala memerintahkan orang
orang yang beriman untuk bertaubat sebagaimana firman-Nya : “Wa tuubuu
ilallahi jamiian aiyuhal mu’minuuna, la’allakum tuflihuun”. Dan
bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang orang yang beriman, agar kamu
beruntung. (Q.S an Nuur 31).
bahwa orang yang bertaubat dosanya terhapus seolah olah dia tidak memiliki
dosa. Rasulullah bersabda : “At taaibu
minadz dzanbi Kaman laa dzanba lahu”. Orang yang bertaubat dari dosa seolah
olah dia tidak berdosa. (H.R Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).
Allah Ta’ala mengganti keburukan yang
dilakukan dimasa lalu dengan kebaikan bagi orang orang yang bertaubat dengan
sungguh sungguh.
beriman dan mengerjakan amal saleh,
Maka kejahatan mereka diganti Allah
dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan
orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia
bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. (Q.S. al Furqaan 70-71).
kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan”. Maksudnya segala
perbuatan dan perkataan yang disiapkan untuk amal keburukan akan diganti, yaitu
dengan kebajikan kebajikan. Maka syirik mereka berubah menjadi iman.
Kemaksiatan mereka diganti menjadi ketaatan. Kejahatan yang pernah mereka lakukan diganti kemudian
ditumbuhkan bagi mereka satu taubat inabat dan ketaatan untuk setiap dosa. Dari dosa dosa tersebut yaitu diganti
dengan kebajikan kebajikan sebagaimana tampak dari zahir ayat.
diriwayatkan oleh Imam Muslim) tentang seorang laki laki yang dihisab oleh
Allah Ta’ala karena sebagian dosa dosanya, lalu dihitung dihadapannya. Kemudian
Allah mengganti untuk setiap dosa dengan satu kebajikan. Lalu orang itu berkata
: Ya Rabbi, sesungguhnya aku mempunyai beberapa dosa lagi yang tidak aku lihat
disini. Wallahu A’lam. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
(700).




































