berfirman : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa
apa yang diinginkan. Yaitu wanita, anak anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan
disisi Allah tempat kembali yang baik (surga)” Q.S Ali Imran 14.
ini tidaklah selalu benar. Perhatikanlah bahwa ada banyak orang yang mempunyai
harta secukupnya saja tapi ternyata tidak mengurangi kebahagian dan rasa syukurnya kepada Allah
Ta’ala.
dan Abdurrahman bin ‘Auf memiliki harta yang sangat banyak. Ternyata hartanya
telah memberikan kebahagian bagi hidupnya di dunia sampai ke akhirat karena
diperoleh dengan cara yang halal dan dibelanjakan untuk mencari ridha Allah.
tapi tidak memberikan manfaat baginya. Bahkan ada diantara manusia yang
memiliki harta yang banyak tapi
membuatnya jatuh kepada dosa dan maksiat.
kebahagian dan kebaikan maka tentu Qarun lebih berbahagia dan lebih baik dari
Nabi Musa. Justru Qarun dengan hartanya telah mendatangkan adzab Allah yaitu
dia ditenggelamkan kedalam bumi bersama seluruh hartanya.
kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya
satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk
orang orang yang dapat membela diri” (Q.S al Qashash 81).
akan dimintakan pertanggung jawabnya kelak yaitu dapat dari mana dan
dibelanjakan kemana.
La tazalu qadama ‘abdin yaumal qiyamati hatta
yus’ala ‘an umurihi fiima afnah, wa ‘an ‘ilmihi fima fa’ala, wa’an maalihi min ‘aina tasabahu wa fima anfaqahu
wa’an jismihi fima ablaa”. Tidak akan beranjak kaki seorang hamba pada hari
Kiamat sampai menjawab tentang umurnya untuk apa digunakan, ilmunya untuk apa
diamalkan, hartanya dari mana dia
dapatkan dan untuk apa dibelanjakan dan badannya untuk apa digunakan. (H.R
at Tirmidzi).
harta, dapat dari mana dan dibelanjakan kemana, yaitu sebagaimana yang beliau
sebutkan dalam Kitab al Fawaid. Beliau
mengelompokkannya menjadi empat macam :
dan dikeluarkan pada hak Allah, maka itu
adalah sebaik baiknya harta.
kepada Allah dan dikeluarkan untuk maksiat juga kepada Allah, maka itu adalah seburuk buruk harta.
menyakiti orang muslim dan dikeluarkan untuk menyakiti orang muslim pula, maka itu adalah harta yang buruk pula.
mubah (boleh) dan sah lalu dikeluarkan untuk keinginan yang kebutuhan yang juga
mubah, maka itu adalah harta yang tidak
dapat pahala dan tidak dapat dosa.
Dari mana diperoleh dan kemana pula kita
belanjakan. Insya Allah ada manfaatnya.





































![[Lirik+Terjemahan] AKB48 – Yume wo Miru Nara (Saat Bermimpi)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/AKB48-YumewoMirunara.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)

