Azwir B. Chaniago
untuk istiqamah mengerjakan beberapa rakaat tertentu shalat malam yang
senantiasa dia kerjakan. Jika dia merasa bersemangat dia bisa memanjangkan
shalatnya. Jika lagi kurang bersemangat maka dia bisa meringannya (DR. Sa’id al
Qathani)
Qathani adalah agar seorang Muslim berusaha untuk secara rutin melaksanakan
shalat malam meskipun hanya beberapa rakaat yang dia mampu karena memang shalat
lail bukanlah shalat wajib.
bahwa amal yang sedikit tapi kontinyu adalah amalan yang paling disukai Allah
Ta’ala. Rasulullah bersabda : “Ahabbul ‘amali ilallahi maa daawama shahibuhu wa
inn qalla”. Amal yang paling disukai Allah adalah amalan yang dikerjakan
pemiliknya secara berkesinambungan, meskipun sedikit. (H.R Imam Bukhari dan
Imam Muslim).
merupakan shalat paling utama setelah shalat fardhu dan shalat ini merupakan
kebiasaan orang orang shalih dan tentu
sangat baik jika kita ikut melazimkannya.
bersabda : “Afdhalush shalaati ba’da
shalaatil maktuubati ash shalatu fii jaufil laili”. Shalat yang paling
utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat ditengah malam. (H.R Imam Muslim
dari Abu Hurairah).
bersabda : ‘Alaikum biqiyamil laili fainnahu dakbush
shalihiina qablakum, wahuwa qurbatun lakum ilaa
rabbikum, wa maghfaratun lissaiyati wa manhaatun
‘anil itsmi. Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah
kebiasaan orang orang shaleh sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub bagi
kalian kepada Allah, penghapus kesalahan kesalahan dan menjauhkan dosa. (H.R
Imam at Tirmidzi, Imam al Baihaqi dan al Hakim).
riwayat ada disebutkan bahwa Abdul ‘Aziz bin Abi Daud berbaring di atas dipan
seraya berkata : Alangkah empuknya kamu. Tetapi dipan surga jauh lebih empuk
darimu. Ia lalu berdiri untuk mengerjakan shalat. Dan masih terus shalat hingga
fajar menyingsing.
kekuatan untuk senantiasa melakukan ibadah yang sangat baik ini. Insya Allah
bermanfaat bagi kita semua.







































