UTAMA SETELAH SHALAT FARDHU
zhahir shalat lail ini termasuk amalan yang agak berat karena harus dilakukan
pada malam hari setelah bangun tidur meskipun tidurnya sebentar. Bahkan
waktunya yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, yaitu pada saat umumnya
manusia sedang enak tidur.
demikian jika kita coba merenungkan, sebenarnya
tidaklah terlalu berat untuk melaksanakannya, apalagi : (1) Jika dilakukan
dengan ikhlas karena Allah semata. (2)
Bagi seorang hamba yang senantiasa memohon pertolongan Allah Ta’ala
untuk bisa melakukannya dengan istiqamah. (3) Bagi seorang hamba bersungguh sungguh mendekatkan diri atau
bertaqarrub kepada Allah Ta’ala. (4) Bagi seorang hamba yang benar benar mengetahui
keutamaan yang banyak pada shalat malam
ini.
qiyaamul lail ini memiliki keutamaan yang sangat banyak diantaranya adalah :
Ta’ala.
bahwa Allah Ta’ala memuji orang orang yang senantiasa melakukan shalat malam
yaitu sebagaimana yang dijelaskan dalam firman-Nya. “Kaanuu qaliilan minal laili maa
yahja’uun. Wa bil as-haari hum yastaghfiruun”. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir
malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Q.S adz-Dzaariyaat 17-18).
seorang hamba tidaklah membutuhkan pujian manusia yang bersifat semu dan
sementara. Ketahuilah bahwa pujian Allah Ta’ala adalah satu karunia yang sangat
besar bagi seorang hamba dan ini akan diperoleh
melalui shalat malam.
utama setelah shalat fardhu.
yang disyariatkan. Semuanya antara lain ditujukan untuk menutup kekurangan
dalam shalat fardhu. Dan sungguh shalat lail adalah shalat sunnah yang paling
utama setelah shalat fardhu.
bersabda : “Afdhalush shalaati ba’da
shalaatil maktuubati ash shalatu fii jaufil laili”. Shalat yang paling
utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat ditengah malam. (H.R Imam Muslim
dari Abu Hurairah).
senantiasa mengerjakan shalat malam ini terus menerus. Beliau biasa
melakukannya dengan lama berdiri karena membaca surat surat yang panjang. Juga
beliau memanjangkan rukuk dan sujudnya.
beliau bengkak. Lantas seorang sahabat bertanya
kepada beliau : Mengapa engkau mengerjakan yang demikian ya Rasulullah ?
Bukankah engkau yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni
?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidakkah sudah
sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur.
(H.R Imam Bukhari, Imam Muslim, at Tirmidzi dan an Nasa’i)
kamu meninggalkan shalat malam (qiyamul lail), karena Rasulullah salalahu
‘alaihi wasallam tidak pernah
meninggalkannya, bahkan apabila beliau sedang sakit atau kepayahan, beliau
shalat dengan duduk.” (H.R Abu Dawud)
orang shalih.
bersabda : ‘Alaikum biqiyamil laili fainnahu dakbush
shalihiina qablakum, wahuwa qurbatun lakum ilaa
rabbikum, wa maghfaratun lissaiyati wa manhaatun
‘anil itsmi. Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia
adalah kebiasaan orang orang shaleh sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub
bagi kalian kepada Allah, penghapus kesalahan kesalahan dan menjauhkan dosa.
(H.R Imam at Tirmidzi, Imam al Baihaqi dan al Hakim).
riwayat ada disebutkan bahwa Abdul ‘Aziz bin Abi Daud berbaring di atas dipan
seraya berkata : Alangkah empuknya kamu. Tetapi dipan surga jauh lebih empuk
darimu. Ia lalu berdiri untuk mengerjakan shalat. Dan masih terus shalat hingga
fajar menyingsing.
dosa diampuni.
besar yang akan diperoleh seorang hamba dengan shalat malamnya. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu
yang jika seorang muslim bertepatan waktu itu dalam keadaan meminta kepada
Allah kebaikan tentang perkara dunia maupun akhirat kecuali Allah akan berikan
kepadanya. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (H.R. Imam Muslim)
sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Abu Hurairah mengatakan,
Rasulullah bersabda : Rabb kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke
langit dunia setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan
berfirman : Siapakah yang mau berdoa
kepada-Ku lalu Aku kabulkan ?. Siapakah yang mau meminta kepada-Ku lalu Aku
kabulkan ? Siapa yang mau meminta ampun kepada-Ku lalu Aku ampuni. (H.R
Imam Bukhari)
sebagian dari keutamaan shalat malam dan tentu masih banyak pula keutamaan yang
lainnya. Oleh karena itu bergembiralah dan bersyukurlah wahai orang orang
mukmin yang mendapat hidayah untuk senantiasa melazimkan shalat malam bagi
dirinya.
(503)






































