al Qur an yang memberikan perintah
kepada orang beriman untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala yaitu dengan melakukan
ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantaranya adalah :
illa wa antum muslimuun. Wahai orang orang yang beriman !. Bertakwalah
kepada Allah sebenar benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali
dalam keadaan muslim. (Q.S Ali Imran
102).
mengandung anjuran Allah kepada hamba hamba-Nya yang beriman agar memanjatkan
syukur atas nikmat nikmat-Nya yang besar yaitu dengan bertakwa kepada-Nya
dengan sebenar benar takwa. Dan agar mereka menaati-Nya dan meninggalkan
kemaksiatan kepada-Nya secara tulus ikhlas untuk-Nya. Tafsir Karimir Rahman.
inkuntum mu’miniin” Maka bertakwalah
kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu. Dan taatlah kepada
Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang orang yang beriman. (Q.S al Anfaal 1).
Nada menyebutkan beberapa pendorong bagi manusia untuk senantiasa melakukan
ketaatan dengan menunaikan semua kewajiban dan menjauhi kemaksiatan baik besar
maupun kecil, diantaranya yaitu :
Ta’ala adalah (1) Rabb satu satunya dzat yang berhak disembah dan ditaati. (2)
Ia melihat dengan mata hatinya fakta fakta yang menunjukkan kekuasaan dan
keperkasaan Allah. (3) Menyaksikan hikmah Allah dalam setiap perintah, larangan,
syari’at serta kekuasaan-Nya. (4) Mengetahui apa yang telah ditimpakan kepada
musuh musuh Allah Ta’ala dari orang orang kafir dan para pelaku kemaksiatan di
dunia serta apa yang telah Allah sediakan (berupa adzab) bagi mereka di akhirat.
dan di akhirat.
sibuk dengan melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, niscaya hal itu akan
memberikan pengaruh yang sangat terpuji dalam kehidupan di dunia dan dia
akhirat, diantaranya :
beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami
siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Q.S al A’raaf 96).
menghilangkan sebab sebab kerusakan dan kesengsaraan di dunia dari perkara
perkara yang merusak kehidupan manusia dan menyebabkan terjadinya berbagai
keburukan dan kerusakan, sebagaimana firman Allah : “Allah berfirman: “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku,
lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan
celaka. Dan barangsiapa berpaling
dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami
akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”.(Q.S Thaahaa
123-124)
kita saksikan di alam semesta dari berbagai macam kerusakan, merebaknya
kemaksitan, berpaling dari kebenaran, kerusakan pada makanan, serta tersebar luasnya
malapetaka, bencana dan lain sebagainya, sesungguhnya sebab yang pasti adalah
karena meninggalkan ketaatan dan terjerumus kedalam kemaksitan.
menyibukkan diri dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan
meninggalkan kemaksiatan.
: Keberuntungan dan keselamatan di akhirat.
beruntung dan selamat di akhirat kelak yaitu mendapat surga-Nya Allah.
Ketahuilah bahwa sebab masuknya seorang kedalam surga dan selamat dari siksa
neraka, tergantung pada ketaatan kepada Allah Ta’ala dan menjauhi kemaksiatan.
Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya
kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di
dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar. Dan Barangsiapa yang mendurhakai
Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah
memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya
siksa yang menghinakan. (Q.S an Nisaa’
13-14).
banyak pengaruh yang terpuji lainnya dalam kehidupan di dunia dan di akhirat
bagi orang orang yang senantiasa melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksian.
(Kitab Ensiklopedi Adab Islam, Syaikh as Sayyid Nada).
kita semua. Wallahu A’lam. (495).





































