untuk selalu berbuat kebaikan, karena kebaikan itu akan kembali kepada
dirinya. Melakukan kebaikan adalah untuk
kemashlahatan manusia agar bisa selamat dalam menjalani kehidupan di dunia dan
di akhirat.
90 Allah telah menyuruh manusia untuk berbuat kebaikan dan sekali gus melarang
manusia untuk berbuat keji dan mungkar. “Innallaha ya’muru bil a’dli wal
ihsaan, wa-itaa- idzil qurba wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal baghyi. Ya’izhukum la’alakum
tadzakkaruun” Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang perbuatan keji,
kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat
mengambil pelajaran.
memerintahkannya untuk berbuat baik pula. Allah berfirman : “Wa ahsin kamaa ahsanallahu
ilaika” Berbuat baiklah
(kepada manusia) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al
Qashash 77).
seseorang pastilah kebaikan itu akan
kembali kepadanya. Jika seseorang suka menolong pasti akan ditolong,
jika seseorang suka memaafkan pasti akan dimaafkan. Jika seseorang suka
memudahkan urusan orang lain maka pada suatu waktu dia mendapat kesulitan pasti
akan ada saja yang menolongnya, insya Allah.
Begitupun sebaliknya. Ini sunatullah.
ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum falahaa” Jika kamu berbuat baik
(berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat buruk ,
maka (keburukan) itu bagi dirimu sendiri. (Q.S al Isra’ 7).
ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S ar Rahmaan 60).
yarah”. Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya
dia akan melihat (balasan) nya. (Q.S al Zilzaal 7).
suatu kebaikan seperti membantu orang lain,
bersedekah dan yang lainnya haruslah menjaga kebaikan itu agar tetap
langgeng dan terus ada sampai dibawa ke negeri akhirat yaitu sebagai amal
shalih. Salah satu cara untuk menyelamatkan kebaikan yang telah dilakukan
adalah dengan tidak mengungkit ungkitnya.
shadaqaatikum bil manni wal adzaa” . Wahai orang orang yang beriman !.
Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut nyebutnya dan menyakiti
(perasaan penerima). Q.S al Baqarah 264.
: Sekiranya ada seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain, jika berupa
sedekah maka ikhlaskanlah karena Allah dan jika bentuknya kebaikan maka
kebaikan adalah memang sesuatu yang harus dilakukan.
tidak boleh menyebut nyebut sedekahnya seperti dengan mengatakan : Aku telah
memberimu sesuatu. Aku telah memberimu suatu barang. Diucapkan secara langsung di
depannya maupun tidak secara langsung. Contohnya dia mengatakan didepan orang
lain : Aku telah memberi si Fulan itu sebuah barang, yaitu dengan maksud untuk
menyebut nyebut pemberian atau sedekahnya.
menjelaskan bahwa jika seseorang suka menyebut nyebut sedekahnya maka pahala
sedekah itu akan hancur. Ia tidak akan memperoleh pahala dari sedekahnya dan
perbuatannya (mengungkit ungkit sedekahnya itu) termasuk dosa besar. (Syarah Riyadush Shalihin).
sekedar menghilangkan pahalanya tetapi akan mendatangkan dosa besar karena
dengan mengungkit ungkit itu berarti seseorang telah menyakiti perasaan
sipenerima sehingga bisa membuatnya merasa terhina.
salah satu dosa besar (Lihat Kitab al Kaba-ir).
untuk tidak menyebut nyebut kebaikan yang kita lakukan sampai kapanpun. Semoga
Allah Ta’ala akan menjadikan amal shalih atas setiap kebaikan yang kita lakukan.




































![[Lirik+Terjemahan] Love Crescendo – Cup no Naka no Komorebi (Cahaya Pepohonan Di Dalam Cangkir)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/LoveCrescendo-CupnoNakanoKomorebi.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)

