Azwir B. Chaniago
hamba hamba Allah yang terpilih dan mereka bergembira dengan keimanan mereka.
Mereka beriman dengan izin Allah sebagaimana firmannya : “Wamaa kaana linafsin antu’mina illaa biidznillah” Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan
izin Allah (Q.S Yuunus 100).
sangat banyak oleh Allah Ta’ala. Diantaranya mereka akan dibela dan ditolong dalam berbagai keadaan. Allah berfirman : “Innallaha yudaafi’u ‘anilladziina aamanuu,
innallaha laa yuhibbu kulla khauwaanin kafuur”. Sesungguhnya Allah membela
orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat
dan kufur. (Q.S al Hajj 38).
aamanuu fil hayaatid dun-yaa wa yauma yaquumul asyhaad” Sesungguhnya Kami
akan menolong rasul rasul Kami dan orang orang yang beriman dalam kehidupan
dunia dan pada hari tampilnya para saksi (Hari Kiamat). Q.S al Mu’min 51.
keadaan hamba hamba-Nya yang beriman adalah kebaikan. Kebaikan pada saat
didatangi musibah ataupun ketika mendapatkan kesenangan.
beriman. Sungguh semua urusan mereka itu baik dan itu berlaku pada seorangpun
kecuali pada orang yang beriman. Jika ia ditimpa kesenangan ia bersyukur maka
kebaikan itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah ia bersabar maka musibah
itu menjadi baik baginya. (H.R Imam Muslim).
: Hadits ini mencakup semua ketetapan Allah atas hamba-Nya yang beriman dan itu
baik bagi mereka jika mereka bersabar saat tertimpa musibah dan bersyukur saat
mendapatkan kesenangan. Bahkan itu masuk kedalam perkara iman, sebagaimana yang
dikatakan oleh sebagian ulama salaf : Imam ada dua bagian, sebagian dalam sabar
dan sebagian dalam syukur.
shabbaarin syakuur”. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda
tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur (Q.S
Ibrahim 5 dan Q.S Lukman 31).
menguatkan dan mengokohkan iman kita. “Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii
‘ala diinika”. Wahai Rabb yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada
agama-Mu (H.R Imam at Tirmidzi dan Imam Ahmad).






































