rasuulu yaarabbi inna qaumiit takhadzuu haadzal qur-aana mahjuuraa” Rasul
berkata, Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan al Qur an itu sesuatu yang
tidak diacuhkan.
menyebutkan perkataan Rasul sebagai keluh kesah (beliau) atas tingkah laku
kaumnya. Mereka terus menerus menolak al Qur an. Tidak merenungkannya dan tidak
menyampaikannya. Ayat ini juga mengandung ancaman besar bagi orang orang yang
mengacuhkan al Qur an dan tidak mengamalkannya.
adalah : Mereka telah berpaling darinya, mengabaikan dan meninggalkannya. Pada
hal yang menjadi kewajiban mereka (terhadap al Qur an) adalah patuh kepada
hukumnya, menerima aturan aturannya serta mengikutinya. (Kitab Tafsir Karimir Rahman).
bentuk mengacuhkan al Qur an :
mengimaninya.
halal-haram yang dijelaskan al Qur an walaupun dia membacanya.
dalam pokok pokok agama maupun cabang cabangnya.
tidak mencari tahu apa yang dimaksud oleh Dzat yang mengucapkannya.
berobat dengan menggunakan al Qur an dalam setiap penyakit hati.
itu lebih rendah dari sebagian yang lainnya.
selalu menjadikan al Qur an sebagai pedoman hidup kami.





































