Termasuk penciptaan alam ini beserta isinya adalah sangat serasi dan seimbang.
Allah berfirman : “Alladzi khalaqa sab’a samaawaatin tibaaqaa. Maa taraa fii
khalqir rahmaani min tafaawut. Farji’il bashara, hal taraa min futuur” (Allah) yang
telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat
pada ciptaan Allah yang Mahapemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah
berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang? (Q.S al Mulk
ayat 3).
saling bersesuaian dan seimbang. Tidak ada pertentangan, benturan, ketidak
cocokan, kekurangan, aib dan kerusakan. (Kitab Tafsir Ibn Katsir)
yang indah ini adalah tidak ada kekurangan padanya karena semua diciptakan
dalam posisi terbaik yaitu seimbang. Semua posisi akan menjadi baik jika terjaga keseimbangannya
termasuk kesimbangan manusia dalam menjalani kehidupannya.
mengambil bagian pertengahan dalam segala hal. Tidak berlebihan dan tidak pula
kekurangan, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu longgar. Sungguh,
seimbang adalah merupakan pilar yang kokoh untuk kemashlahatan dunia dan
akhirat seorang hamba.
Jika organ tubuh manusia berada diluar batas keseimbangan, baik melampaui batas
atau kurang dari seharusnya, maka kesehatan dan kemampuan tubuh akan menurun
sesuai dengan kurangnya kadar keseimbangan tersebut.
kegiatan sehari hari seperti makan, minum, olah raga, menyendiri, bergaul dan
yang lainnya. Jika semua berada pada posisi pertengahan di antara dua sisinya
yang tercela (berlebihan atau kekurangan) maka ia disebut seimbang. Namun kalau
lebih cenderung kepada satu dari dua sisi tersebut, maka itu menjadi buruk dan
membuahkan yang buruk pula.
dan tidak pula kurang dari apa yang diperlukan. Sungguh seimbang adalah posisi
terbaik.




































