dirinya, keluarganya, hartanya dan yang lainnya. Allah berfirman : “Dan Kami pasti akan
menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar”. (Q.S al Baqarah 155)
Allah kepada seorang hamba, termasuk
ujian dan cobaan, pastilah memiliki
hikmah yang sempurna. Bukan sesuatu yang sia sia. Allah berfirman : “Ya Rabb
kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia sia.
Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka” (Q.S Ali Imran 191)
tujuan dari ujian bagi orang yang beriman, yaitu :
seseorang itu benar
benar beriman.
dibiarkan hanya dengan mengatakan beriman, dan mereka tidak diuji ? (Q.S
al Ankabuut 2).
menjelaskan bahwa : Dia (Allah) akan menguji mereka dengan kesenangan dan
kesengsaraan hidup, kesulitan dan kemudahan, hal hal yang membuat semangat dan
yang membenci, kekayaan dan kefakiran, dengan penguasaan musuh musuh terhadap
mereka pada saat tertentu serta berbagai cobaan lainnya. Sesungguhnya, kata
beliau, ujian dan cobaan bagi jiwa tak obahnya seperti alat tempa besi yang
memisahkan karat dan besi.
untuk menguji kamu, siapa yang lebih baik amalnya.” (Q.S al Mulk 2).
adalah siapa yang paling ikhlas dan paling benar dalam beramal.
mendapat ujian dan mereka menerima dengan sabar. Rasulullah bersabda :
“Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesedihan, gangguan,
kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan
sebagian dari kesalahan kesalahannya” (H.R Imam Bukhari dari Abu Hurairah).
dengan jelas bahwa ujian tersebut sebenarnya adalah bagian dari kasih sayang
Allah terhadap hambaNya. Sebab semua maksud ujian tersebut akan kembali kepada
kebaikan bagi hamba-Nya.
Insya Allah bermanfaat bagi kita semua. Wallahu A’lam (42)





































