tahajjud. Ada yang telah istiqamah melaksanakannya. Ada pula yang telah melaksanakan
tapi tidak sering. Adapula diantaranya yang hampir tidak pernah melakukannya tapi
ingin mengamalkannya.
agak berat karena harus dilakukan pada malam hari setelah bangun tidur meskipun
tidurnya sebentar. Bahkan waktunya yang paling utama adalah sepertiga malam
terakhir, yaitu saat enak tidur Bagi
seorang hamba yang bersungguh sungguh menginginkan ridha Allah dalam hidupnya
tentulah tidak terlalu berat melaksanakan shalat ini secara rutin insya Allah.
diantaranya adalah merupakan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu.
Rasulullah bersabda : “Afdhalu shalaati ba’da shalaatil maktuubati ash shalatu
fii jaufil laili”. Shalat yang paling utama setelah shalat yang fardhu adalah
shalat ditengah malam. (H.R Imam Muslim dari Abu Hurairah).
melakukan shalat lail.
saleh yang betul betul ingin mendekatkan diri kepada Allah. Juga sebagai
penghapus kesalahan dan menjauhkan dari dosa.
fainnahu dakbush shalihiina qablakum, wahuwa
qurbatun lakum ilaa rabbikum, wa maghfaratun
lissaiyati wa manhaatun ‘anil itsmi.
Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang orang
shaleh sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub bagi kalian kepada Allah,
penghapus kesalahan kesalahan dan menjauhkan dosa. (H.R Imam at Tirmidzi, Imam
al Baihaqi dan al Hakim)
seorang hamba yang betul betul berkeinginan agar bisa melaksanakan qiyamul lail
secara kontinyu, diantaranya adalah :
dan hidayah Allah. Oleh karenanya bersungguh sungguhlah memohon agar Allah
meneguhkan hati kita untuk melaksanakan ibadah yang penting ini secara konsisten.
memperoleh kekuatan dan semangat agar bisa bangun di tengah atau di sepertiga
akhir malam
rasulullahi shalallahu ‘alaihi wa sallam kaana yakrahun nauma qablal ‘isya-i
wal hadiitsa ba’dahaa.” Bahwasanya Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam tidak
suka tidur sebelum shalat ‘Isya dan berbincang-bincang setelahnya. (H.R Imam
Bukhari dan Imam Muslim).
Syayyid Nada dalam Kitab Ensklopedi Adab Islam menjelaskan 37 macam adab tidur.
Diantaranya adalah tidur dalam keadaan suci, membaca doa dan dzikir sebelum
tidur, membaca beberapa ayat al Qur an
sepeti al Ikhlas, al Falaq dan an Annas. Juga ayat Kursi serta surat surat lain
yang diajarkan Rasulullah.
seorang hamba untuk bangun pada pertengahan atau sepertiga malam terakhir.
pesan kepada keluarga
untuk dibangunkan pada waktu yang
diinginkan dan cara cara lainnya.
membiarkan manusia melakukan kebaikan apalagi untuk bangun malam dan melaksanakan shalat lail. Sekuat tenaga
dia akan menahan agar seorang hamba tidak bangun hingga datang waktu subuh
kalau mungkin sampai terbit matahari sehingga kehilangan waktu yang utama untuk shalat shubuh.
hingga waktu fajar. “Dzaka rajulun balasy syaitan fii udzunaihi au qala fii
udzunihi”. Itulah seorang laki laki yang syaithan telah kencing di kedua
telinganya –atau beliau bersabda- di telinganya. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim, dari Ibnu Mas’ud).
tetap berada di tempat tidurnya. Syaitan
akan berbisik kepadanya : Tidur dululah waktu malam masih panjang. Akhirnya
tertidur lagi.
sebagian dari kita masih sulit untuk melakukannya apalagi untuk istiqamah
melaksanakannya. Diantara cara yang bisa membantu adalah mengulang ulang
pelajaran tentang keutamaan shalat tahajud dan merenunginya dengan sungguh-sungguh.
ulang dan direnungi dengan baik tentu menjadi lebih berkesan didalam diri kita.
Ini akan berbeda pengaruhnya jika
sekedar diketahui saja.
adalah terlalu banyak makan, fisik
terlalu capek karena pekerjaan yang banyak, tidak punya sedikit waktu untuk
tidur siang, dan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat.
dan maksiat. Dosa dan maksiat akan
menjauhkan seseorang dari ketaatan. Oleh karena itu jika seseorang merasa sangat
berat melakukan ibadah maka perlu baginya untuk melakukan muhasabah yang
sungguh sungguh dan banyak beristighfar dan bertaubat.
dalam Kitab beliau Ad Daa’ wa ad Dawaa’ menjelaskan 51 macam akibat buruk dari
dosa dan maksiat. Salah satunya adalah bahwa dosa dan maksiat akan menghalangi seseorang melakukan ketaatan. Jadi
menghindarlah dari dosa dan maksiat sekecil apapun agar kita tidak terhalang
melakukan ketaatan antara lain dengan istiqamah mengerjakan qiyamul lail.





































