Rasulullah bersabda : “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala
kulli muslim”. Belajar ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim. (H.R
Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah). Didalam Islam, segala sesuatu yang diwajibkan
atau dianjurkan adalah bernilai ibadah dan pastilah disitu ada
banyak keutamaan dan kebaikan.
angkat derajatnya. Allah berfirman : “…
Yarfa’illahul ladzina amanu minkum walladzina utul ‘ilma darajaad” …
Niscaya Allah akan akan meninggikan orang orang yang beriman diantara kamu dan
orang-orang diberi ilmu beberapa derajat. (Q.S al Mujadilah 11).
bagi kita baik ilmu dunia apa lagi ilmu syar’i. Tetapi ketahuilah ada juga ilmu yang tidak bermanfaat, malah bisa
mencelakakan kehidupan kita. Diantaranya adalah ilmu perdukunan, ilmu sihir,
ilmu meracik khamer dan yang lainnya.
bermanfaat. Diantara doanya adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah
kepada umatnya. Doa ini biasa dibaca oleh Rasulullah sebagai rangkaian dari dzikir
pagi beliau yaitu dzikir setelah shalat shubuh.
wa rizqan thaiyiban wa ‘amalan mutaqabbalan”
Yang Allah, aku bermohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat,
rizki yang baik dan amal yang diterima. (H.R Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah,
dari Ummu Salamah).
diantaranya ternyata bahwa :
Manfaat Menuntut Ilmu, yang disyarah
oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, dijelaskan beberapa tanda ilmu
yang bermanfaat.
apa yang dipelajari berdasarkan nash yang shahih, maka wajiblah baginya untuk
mengamalkannya. Ketahuilah saudaraku bahwa yang akan ditimbang
nanti di yaumil akhir adalah amal bukan ilmu. Oleh karena itu segeralah
beramal dengan ilmu yang telah ada agar ada manfaatnya.
apabila dikatakan kepadaku : Wahai Uwaimir (kun-yah Abu Darda’) Apa yang telah
engkau lakukan dari sesuatu yang telah engkau ketahui.
belajarlah kalian. Apabila kalian telah mengetahuinya maka amalkanlah.
Tingkatan keenam -yang merupakan buahnya
– yaitu mengamalkannya dan memperhatikan batasan batasannya.
pas pas –an , dia senang bertanya tentang pandangan orang terhadap ilmunya. Apa
sudah hebat atau belum. Jika orang menjawab dengan pujian maka timbul sikap
ujub dan sombong. Ini membahayakan bagi diri dan ilmunya. Bisa jadi dengan
pujian itu akan melemahkan semangatnya belajar karena merasa sudah berilmu.
bukan mengharapkan pujian manusia. Ketahuilah bahwa tidak ada orang yang
menjadi mulia dengan pujian manusia, malah bisa sebaliknya. Sungguh kemuliaan
seseorang adalah karena takwanya. Allah Ta’ala berfirman : “Inna akramakun
‘indallahi atqaakum” Sungguh yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang paling bertakwa. (Q.S al Hujuraat 13).
kebiasaan para sahabat dan orang orang yang berilmu. Semakin bertambah ilmunya
maka semakin bertambah tawadhu’nya. Dalam berbagai keadaan dia tidak serta
merta menunjukkan bahwa dia adalah orang berilmu meskipun dia tidak
menyembunyikan ilmunya pada saat dibutuhkan orang lain.
dipuji dan sebagainya, karena ini membahayakan bagi dirinya
untuk senantiasa menjadi pemimpin dalam kelompoknya dan juga tidak untuk
mengejar harta dunia.
Orang yang berilmu berprasangka buruk kepada dirinya karena
selalu merasa bahwa ilmunya masih sangat sangat jauh dari orang lain. Dia
selalu menyatakan kekurangan dirinya terhadap ilmu, karena masih sangat banyak yang belum diketahuinya.
mencela orang lain yang mungkin kurang ilmunya.
semua.




































