MENGABAIKAN SHALAT
Ini adalah sebaik baik amal disisi Allah dan merupakan amal yang pertama kali
akan dihisab kelak di akhirat. Rasulullah bersabda : “Awwalu yuhaasabu bihil
‘abdush shalaah” Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba adalah
shalat (H.R Imam an Nasa’i dan Imam ath Thabrani).
orang yang beriman untuk melakukan tambahan amal shalih melalui shalat shalat
sunat disamping shalat fardhu. Allah ingin agar kita bisa mendapatkan manfaat
sebesar besarnya dari shalat shalat sunat yang kita lakukan. Diantara
manfaatnya adalah :
bisa menutupi atau melengkapi kekurangan kekurangan yang ada pada shalat wajibnya.
kebaikan bagi seorang hamba sehingga dia
bisa mencapai kedudukan yang lebih tinggi disisi Allah dengan shalat sunatnya.
meminta pertolongan kepada Allah. Allah berfirman : “Dan mintalah
pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat” (Q.S al Baqarah 45)
sunat yang sangat sangat dianjurkan adalah shalat sunat Fajr yaitu shalat sunat
dua rakaat yang dikerjakan sebelum shalat fardhu shubuh. Biasa juga disebut
dengan shalat sunat qabliah shubuh.
sunat Fajr ini memiliki kelebihan dan keutamaan yang amat banyak, diantaranya
adalah :
secara konsisten. Sungguh beliau sangatlah mengetahui ketinggian nilai shalat
Fajr ini disisi Allah. Oleh karenanya beliau tidak pernah meninggalkan shalat
ini baik ketika muqim (berada ditempat, tidak sedang safar) maupun ketika
safar.
sama sekali tidak pernah meninggalkan dua rakaat (shalat Fajr) tersebut”.
Aisyah juga berkata : “Nabi tidak pernah menjaga amalan nafilah, (sunat) lebih
kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat (shalat sunat) Fajr. Bagi seseorang
yang telah terbiasa dan istiqamah shalat shubuh berjamaah di masjid tentu akan
lebih mudah untuk melakukan dan menjaga shalat sunat ini.
fiih” Dua rakaat sunat fajar lebih baik dari pada dunia dan apa yang ada
didalamnya. (H.R Imam Muslim). Dunia dan segala isinya adalah seluruh harta
dunia dan perhiasannya. Semua itu tidak bisa mengalahkan keutamaan shalat sunat
Fajr ini.
dunia sebesar dan sebanyak apapun adalah sesuatu yang akan hilang, musnah dan
punah. Harta akhirat yaitu berupa amal shalih yang dilakukan seorang hamba, diantaranya berupa
shalat sunat Fajr maka kenikmatan dan manfaatnya tidak akan pernah sirna, pasti
akan kekal selama lamanya. Inilah salah satu ketinggian suatu amal shalih dibanding
dengan harta dunia seberapapun besar dan banyaknya.
harta orang terkaya di dunia saat ini yaitu 76 miyar USD. Orang paling kaya (harta) di
Indonesia saat ini adalah dengan kekayaan sebesar 7,6 miyar USD. Apakah kekayaan itu bisa memberikan manfaat
di akhirat. Tentu tidak, tidak mungkin, karena semua harta dunia akan punah dan
habis di dunia ini, kecuali dibelanjakan pada jalan Allah oleh orang orang yang
beriman.
dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan sesungguhnya Kami akan
memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S an Nahal 96).
besar, maka dianjurkan untuk tetap dikerjakan walaupun pada suatu saat terlambat
shalat shubuh karena udzur syar’i. Dalam suatu hadits dari Abu Qatadah yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah dalam suatu
perjalanan bersama sahabat pernah tertidur semua dan baru terbangun setelah
matahari terbit. Lalu Rasulullah menyuruh Bilal bin Rabbah melaksanakan adzan.
Kemudian beliau melaksanakan shalat sunat Fajr sebelum melaksanakan shalat
Shubuh berjamaah.
fatwa bahwa jika seseorang terlambat bangun untuk shalat shubuh maka dia tetap dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunat
Fajr ini sebelum shalat fardhu Shubuh. Ini semua karena mengingat keutamaanya
yang sangat besar.
terutama bagi orang orang yang telah diberi hidayah oleh Allah. Rasulullah
sendiri mencontohkan bahwa shalat ini hanya dua rakaat dengan ringan. Aisyah
berkata : “Dulu Nabi meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum
shalat shubuh. Sampai sampai aku mengatakan : Apakah beliau membaca Ummul Kitab
? (Mutafaq ‘alaihi).
panjang dalam shalat sunat Fajr. Pada rakaat pertama setelah membaca surah al
Fathihah, biasanya beliau membaca surat al Kafirun dan pada rakaat kedua,
setelah membaca surah al Fathihah beliau membaca surah al Ikhlas.
pada rakaat pertama beliau membaca satu ayat saja dari surat al Baqarah yaitu
ayat 136 dan pada rakaat kedua beliau membaca satu ayat saja dari surat Ali
Imran yaitu ayat 64. Jadi tidaklah
dianjurkan untuk membaca surah surah yang panjang, karena Rasulullah mencontohkan atau mengajarkan kepada kita untuk
membaca surah atau ayat yang pendek.
shalat sunat dan secara khusus shalat sunat Fajr memiliki keutamaan yang sangat
banyak. Jadi berusahalah mengamalkannya. Jangan melalaikannya. Ini adalah salah
satu kebiasaan Rasulullah, sunnah beliau dan tentu sangat baik dan bermanfaat bila kita berusaha meneladani
beliau. Allah berfirman : “Sungguh benar benar, telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan bagi orang orang yang
banyak mengingat Allah (Q.S al Ahzaab 21).
ada diantara saudara saudara kita yang terkadang
melalaikan amalan amalan sunah termasuk shalat sunat Fajr. Mereka berkata : Ah
inikan cuma shalat sunah. Jika dikerjakan memang berpahala tapi jika tidak
dikerjakan tidak apa apa, tidak berdosa.
Perkataan ini memang sebagian ada benarnya karena begitulah makna sunnah
menurut ulama fiqih. Tapi ketahuilah wahai saudaraku. Bahwa suatu amalan sunah
jika dilakukan maka Allah menjanjikan pahala dan jika tidak dikerjakan akan
rugi karena kehilangan pahala dan kebaikan yang banyak.
senantiasa mengiringi dan melengkapi amalan amalan wajib kita dengan amalan amalan
sunat. Shalat fardhu kita lengkapi dengan shalat sunah, Zakat yang wajib kita
lengkapi dengan infak dan sadaqah, puasa ramadhan kita tambah dengan puasa
sunah diluar ramadhan, ibadah haji kita tambah dengan umrah dan yang lainnya.
subuh ini. Insya Allah semuanya akan menjadi jalan bagi kita untuk bisa semakin
mendekatkan diri kepada-Nya.






































