Aopok.com – #PSSI #secara #resmi #memperkenalkan #John Herdman #sebagai #pelatih #baru #Timnas #Indonesia pada #awal #Januari #2026, menggantikan era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang sebelumnya menangani skuad Garuda. Kehadiran pelatih asal Inggris ini menawarkan harapan baru, tetapi juga membuat publik sepakbola Indonesia membandingkannya dengan Shin Tae-yong yang pernah membangun identitas tim nasional selama beberapa tahun terakhir.
Baca juga: John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Berikut ini 5 kesamaan mencolok antara John Herdman dan Shin Tae-yong dalam konteks strategi, filosofi kepelatihan, serta dampaknya terhadap perkembangan sepakbola Indonesia:
1. Pola Formasi 3 Bek yang Disukai
Baik John Herdman maupun Shin Tae-yong sama-sama dikenal karena sering menggunakan formasi 3 bek dalam pertandingan. Formasi ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta memberi fleksibilitas dalam transisi permainan. Meski efektif di beberapa situasi, pendekatan ini juga kerap menuai kritik dari pengamat sepakbola karena dianggap terlalu berisiko di bawah tekanan lawan kuat.
2. Gaya Permainan Pragmatis
Kedua pelatih menerapkan pendekatan pragmatis dalam taktik mereka. Artinya, strategi permainan tidak hanya fokus pada estetika, tetapi disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan lawan. Jika tim dinilai lebih lemah, Herdman maupun Shin cenderung memilih permainan bertahan cepat dan serangan balik. Sebaliknya, ketika menghadapi lawan yang lebih lemah, serangan langsung menjadi opsi. Pola ini menunjukkan bahwa fleksibilitas taktis menjadi jati diri kedua pelatih.
3. Rekam Jejak Mengantar Tim ke Olimpiade
Salah satu persamaan historis kedua pelatih adalah pengalaman mereka dalam membawa tim ke olimpiade. Herdman sukses mengantar timnas putri Kanada ke Olimpiade Beijing 2008, London 2012, dan Rio 2016, bahkan membawa mereka meraih medali perunggu dua kali. Sementara itu, Shin Tae-yong juga berhasil membawa Korea Selatan U-23 berlaga di Olimpiade Rio 2016, memperlihatkan kapasitas keduanya dalam kompetisi level tinggi.
4. Tantangan Analisis dan Kritik Publik
Baik Herdman maupun Shin Tae-yong kerap menghadapi kritik dan tekanan publik. Formasi 3 bek dan keputusan taktis mereka kerap menjadi sorotan tajam dari pengamat dan suporter. Bagi Shin, kritik ini datang saat performa Timnas kurang konsisten, sementara Herdman kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa pilihannya sebagai pelatih Garuda bukan sekadar harapan semata. Pola nyata ini mencerminkan bahwa ekspektasi tinggi dari publik sepakbola Indonesia menjadi tantangan yang harus dihadapi kedua pelatih.
5. Pengaruh terhadap Proyek Jangka Panjang Timnas
John Herdman didapuk bukan hanya sebagai pengganti pelatih kepala, tetapi sebagai sosok yang diharapkan membangun proyek sepakbola jangka panjang di Indonesia. Pendekatan ini mirip dengan apa yang pernah dilakukan Shin Tae-yong, yang kala itu juga memiliki mandat untuk memperkuat struktur tim nasional dari level junior hingga senior. Hal ini menunjukkan bahwa PSSI melihat kedua pelatih sebagai figur yang mampu memainkan peran lebih dari sekadar taktik pertandingan.
Perbandingan antara John Herdman dan Shin Tae-yong menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang berbeda, kedua pelatih memiliki sejumlah kesamaan taktis, filosofi permainan, dan tantangan publik yang signifikan. Bagaimana Herdman membentuk Timnas Indonesia ke depan dengan pendekatan barunya akan menjadi sorotan utama sepakbola nasional pada tahun 2026 dan seterusnya.












Pingback: Malaysia Open 2026: Ujian Sesungguhnya Debut Faza & Aisyah di Level Elite Dunia BWF Super 1000 - Aopok