
Perahu Pinisi akan sangat banyak kita temukan di pelabuhan Sunda
Kelapa
Sunda Kelapa? Umumnya cakep-cakep banget hasilnya, ya. Bahkan beberapa
kali saya melihat foto pasangan yang foto pre-wedding di sana.
Aslinya, pelabuhan Sunda Kelapa itu panas terik, berdebu, dan sangat
gersang. Fiuuuhh… Dan, jangan harap kita bisa menemukan tukang jualan
termasuk yang jualan es kelapa muda disana. Seperti umumnya pantai yang
suka banyak penjual es kelapa muda dengan banyak pohon kelapa. Di
pelabuhan Sunda Kelapa gak ada pemandangan kayak gitu.
Lha, trus apa nikmatnya mengunjungi pelabuhan Sunda Kelapa kalau yang
dirasakan cuma panas dan terik? Eits! Tunggu dulu… Tetep ada yang
dinikmatin, kok
Bakal Punya Banyak Stok Foto Keren

Hari gini masih ada yang gak suka foto-fotoan? Ih, ngapain ajaaahh :p
Seperti yang saya tulis di awal, pelabuhan Sunda Kelapa itu termasuk salah
satu tempat hunting para fotografer. Mulai dari yang amatir sampe
profesional. Coba aja lihat di google. Baklan banyak nemuin foto di
pelabuhan Sunda Kelapa yang cakep-cakep banget.
Melihat langsung aktivitas di pelabuhan

Buat Jalan-jalan KeNai, melihat langsung aktivitas di pelabuhan itu
sesuatu yang baru. Apalagi buat anak-anak. Mereka bisa melihat sendiri
bagaimana aktivitas disana. Saat kapal melakukan bongkar-muat. Saat para
ABK melepas lelah ditengah panas yang terik banget. Memperlihat kepada
mereka kalau hidup gak selalu indah kayak gemerlapnya mall..

Menikmati pelabuhan dari sebuah perahu kecil

Ketika kami berada di sana, beberapa ABK menawarkan kami masuk ke
kapalnya. Kami menolak. Selain gak ada niatan untuk naik ke kapal. melihat
jembatan seadannya untuk naik ke kapal bikin kami begidik. Semacam uji
nyali kayaknya buat kami. Apalagi bawahnya langsung laut. Kapan-kapan,deh,
kalau nyali saya dan anak-anak sudah terkumpul. Kalau suami sih pasti
berani ๐
Ada juga yang menawarkan untuk naik perahu kecil untuk melihat pelabuhan
sunda kelapa dari laut. Kalau saya pernah baca di google, sih, katanya
mengunjungi perkampungan nelayan. Tapi, waktu itu kami masih agak was-was
untuk naik. Kayak kurang aman aja. Apalagi saat itu bawa anak-anak.
Lagipula waktunya memang mepet juga, sih. Masih ada beberapa tempat yang
ingin kami kunjungi. Sementara matahari mulai tergelincir ke barat
๐

Menurut beberapa info yang saya dapat di google, katanya untuk masuk ke
pelabuhan Sunda Kelapa dikenakan tarif. Tapi, saya masuk kesana, gak
dikenakan tarif apapun. Entah kalau yang pakai kendaraan, ya. Saya juga
kurang memperhatikan, sih.
Trus, kalau ngobrol-ngobrol sama abang penyewa sepeda onthel, katanya jam
masuk pengunjung antara pukul 09.00 s/d 15.00 wib. Tapi, kalau sewa
sepeda, bisa masuk sampai pukul 17.00 wib. Jalan-jalan KeNai sendiri
kurang memperhatikan apakah apa peraturan jam kunjungan atau enggak.
Berdasarkan ngobrol-ngrobtol aja.
Bener, kan? Walopun panas dan terik, tapi gak ada ruginya jalan-jalan ke
pelabuhan Sunda Kelapa.
Baca juga:
- Jalan-Jalan KeNai Di Kota Tua
- Jalan-Jalan KeNai Batal Naik Commuter Line
- Jalan-Jalan KeNai Naik Sepeda Onthel
- Jalan-Jalan KeNai Di Museum Bank Mandiriย
- Jalan-Jalan KeNai Di Jembatan Kota Intan
- Jalan-Jalan KeNai Di Menara Syahbandar
- 6 Tips Jalan-Jalan KeNai Ke Kota Tua
ย











