| Foto pertama pasca kecelakaan di rute balap. |
Seketika itu aku memastikan aku berada di track yang aman. Berada di sebelah kanan peloton yang cukup lengang bersiap-siap untuk menikung cukup tajam. Jika ada crash lagi yang terjadi karena PJR tersebut, aku ada di posisi yang aman. Namun diluar pengamatanku, tiba-tiba salah satu peserta menyenggol bagian dropbarku (stang) saat masih keadaan miring (cornering), dan seketika itu aku terjatuh. Telak.
Sepersekian detik, peserta yang menyenggolku tersebut meminta maaf karena tak sengaja menyenggol akibat menghindari peloton yang terhalang PJR tersebut. Tentu aku maklum dan sudah menjadi kesadaran bahwa crash di balapan road bike adalah lumrah.
Telak, pundak, siku, dan lututku mencium aspal. Aku terjatuh dan langsung melindungi kepalaku, berjaga-jaga jika ada masih ada peserta lain yang mungkin saja bisa menabrakku dari belakang. Salah satu support team pun menghampiriku dan membantu mengangkatku dan memindahkan sepeda ke tepi jalan dan memastikan aku baik-baik saja karena tak lama lagi rombongan peserta Upper 36 pasti melintas.
![]() |
| Menumpang damri untuk kembali ke venue. |
Kuperiksa sekujur tubuh, banyak lecet yang mulai memerah segar. Jersey dan celana bibku pun rusak, tak bisa diperbaiki lagi sepertinya. Ya sudahlah, selalu ada kali pertama untuk segalanya. Mau diapain lagi. Kuputuskan DNF (do not finish).
Setelah rasa nyeri mereda, aku kembali mengayuh menuju garis finish yang hanya tinggal beberapa ratus meter lagi sambil memastikan apakah ada kerusakan di sepedaku. Tiba di garis finish, beberapa teman dan peserta lain menghampiriku untuk menanyakan kondisiku. Kukira lecetnya tidak terlalu dalam, walaupun dikeesokan harinya aku harus berhati-hati saat beraktivitas atau hanya sekadar memakai pakaian.
![]() |
| Dijamu di belakang gudang Beras Topi Koki |
Satu minggu lebih aku harus tidur terlentang atau hanya bisa tidur menghadap ke kanan. Atas saran teman-teman yang sudah pernah berpengalaman crash seperti Alfi dan Andri, aku harus mengkonsumsi paracetamol agar bisa tidur dengan nyaman dan tidak demam pada malam hari. Beruntung pihak kantor tempatku bekerja bisa memaklumi keadaanku sehingga bisa memulihkan badan selama di kos meski terasa bosan karena tidak melakukan apa-apa.
Kembali ke venue, pembagian hadiah kepada podium pun dilakukan sambil makan bersama. Pada kategori Under 35, GMC berhasil merebut podium oleh Alfi pada posisi 2 dan Riki Ugal pada posisi 3. Sedangkan di kategori Upper 36, Mamak Ryan berhasil merebut posisi 3. Luar biasa! Akhirnya ada juga yang bisa dibawa pulang ke lampung selain cerita, hahaha.
![]() |
| Podium kategori Under 35 bersama atlet triathon nasional Jauhari Johan. |
![]() |
| Podium Kategori Upper 36 |
Seusai acara kami pun kembali menuju hotel untuk bersiap-siap kembali ke Lampung. Kukira hari itu aku masih sempat untuk meluangkan waktu bersepeda menuju pusat kota untuk menikmati mie di Bakmi Haleluya. Sudah kubayang-bayangkan dari beberapa hari sebelumnya, namun sayang ternyata waktunya tak sempat karena kedai bakmi tersebut hanya buka sampai pukul 12, sedangkan acara dan pembagian hadiah podium baru usai pada pukul 1. Yaudahlah, mau bagaimana lagi. Mungkin nanti ada kesempatan berkunjung ke Palembang lagi dengan waktu yang lebih luang.
Bakmi Haleluya dan Martabak Har, tunggu aku ya!
ADVERTISEMENT
















